Prasangka

Sedikit renungan dari pelajaran biologi umum hari ini…

Setuju atau tidak setiap mahluk hidup didunia ini dikaruniai kemampuan untuk berfikir, namun kemampuan berfikir setiap mahluk hidup tidak bertemu pada titik equilibrium-nya. Kita sebagai mahluk ciptaan-Nya adalah sebuah mahluk yang sempurna. Dengan rancangan penciptaan yang sangat sempurna baik fisik maupun non-fisik ditambah dengan alat gerak yang dianugerahkan kepada manusia membuat manusia memiliki banyak kelebihan yang tidak diberikan kepada mahluk lain ciptaan-Nya. Dengan demikian manusia memperoleh kemuliaan-Nya.

Sebagai mahluk hidup yang mulia manusia dianugerahkan banyak alat indra salah satunya adalah indra pengelihatan. Manusia dapat melihat sesuatu dengan indah sesuai dengan kemampuan mata dan fikirannya yang biasa kita sebut sebagai human scale. Namun beberapa fenomena memang tidak dapat dilihat dengan mata alakadarnya atau biasa disebut dengan beyond human scale. Hal ini memang menjadikan pengetahuan menusia menjadi terbatas hanya dengan apa yang mereka lihat.

Sungguh menarik apabila kita memperbincangkan human scale bahkan beyond human scale. Dalam kehidupan kita sehari-hari manusia biasa menggunakan human scale dalam melihat, bahkan dari hasil pengelihatannya tersebut mereka interpretasikan menjadi sebuah pemikiran yang sangat liar. Percaya atau tidak pengelihatan dalam jangkauan human scale ini bisa menentukan isi dari hati manusia itu sendiri entah itu merasa bahagia atau bahkan merasa iri dan dengki.

Sebagai manusia tentunya kita memiliki keinginan akan sesuatu, namun demikian tidak semua keinginan akan terkabul dengan mudah. Lebih parahnya lagi kemungkinan itu sirna.

Sudah sepatutnya kita sebagai mahluk yang paling sempurna bersyukur kepada-Nya atas segala anugerah yang diberikan. Namun demikian manusia telah terdidik untuk melihat fenomena tersebut dengan kaca mata human scale.
Sebagai contoh manusia selalu melihat kebahagiaan orang lain juga saat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan melalui kaca mata human scale. Hal ini menjadikan kita sebagai manusia lupa akan karunia yang diberikan-Nya.

Padahal Allah sangat sayang kepada kita. Allah itu Maha Mengetahui segalanya. Termasuk segala sesuatu yang kita butuhkan, Allah lebih tahu daripada kita sendiri. Karena, segala sesuatu yang kita inginkan, segala sesuatu yang menurut kita baik, ternyata belum tentu baik menurut Allah. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Kemampuan berfikir seperti itulah yang jarang digunakan oleh manusia dewasa kini. Kemampuan berfikir beyond human scale inilah yang dibutuhkan manusia. Berfikir positif pada setiap peristiwa atau berprasangka baik menjadikan kita sebagai manusia menjadi bersyukur atas setiap karunia yang diberikan-Nya.

Dalam kaidah biologi sesuatu yang tidak pernah digunakan akan mengalami rudimenter (tidak berkembang) hingga kehilangan fungsinya.

Sudahkan kemampuan beyond human scale kita mengalami rudimenter?

Wallahu A’lam

Like what you read? Give Muhammad Farisan Auzan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.