Kamu Pikir Kamu Siapa?

Ada sesuatu yang menggangu saya belakangan ini, yaitu keresahan saya terhadap mereka yang memulai mengikuti arus di era kreatifitas ini. Entah itu para pembuat podcast, atau para penulis pemula, atau apapun itu. Keresahan ini menumpuk dan terciptalah suatu kalimat yang sangat nyentil.
Kamu pikir kamu siapa?
Kamu pikir kamu penting sehingga tulisanmu akan dibaca orang, dan mereka akan tergugah dengan tulisanmu? Kamu pikir kamu segitu cerdasnya hingga obrolan di kosanmu mau didengar orang banyak?
Keresahan ini mulai timbul ketika suatu saat saya lagi melakukan kegiatan biasa di kedai kopi dekat kampus . Salah satu orang disitu, yang baru mengenal saya, bicara “Kenapa ga dibuat buku aja tulisanmu ris, pasti ada yang baca kok. ” Halah tai, siapa juga yang mau baca tulisan dari seorang manusia biasa seperti saya ini? Usut punya usut, dia adalah salah satu orang yang mencoba mengambil bagian dari arus podcast yang sedang naik belakangan ini. Saya gak paham, kenapa dia punya tingkat kepercayaan diri segitu tinggi, sehingga menganggap semua karya (atau kerjaan) akan ada pasarnya. Jika kamu bukan siapa-siapa, tidak punya bakat apa-apa, dan tidak ada spesial-spesialnya, siapa juga yang mau menikmati karyamu?
Lantas mereka berkomunitas, berbicara tentang pertumbuhan jumlah pendengar (atau pembaca) tiap rilis “karya” baru, juga membicarakan tentang sistem monetizing di platform ini, yang akan menimbulkan banyaknya orang-orang baru yang hanya mengikuti arus. Hilih kintil, kamu juga mengikuti arus, bedanya kamu duluan saja. Mereka berkomunitas seakan-akan ada yang peduli dengan yang mereka anggap karya. Lantas setelah itu, bio social media kalian, kalian ubah, dari orang biasa-biasa saja jadi entah Writer, Podcaster, Standup Comedian, atau bahkan Artist. Jangan lupa menaruh kontak di bio, tulisannya untuk kerjasama. Halah tai, siapa juga yang mau bekerja sama dengan yang sejatinya orang-orang biasa saja seperti kalian? Krisis pengakuan sekali.
Disini saya menulis ini tidak dalam intensi untuk melarang orang berkarya. Berkarya boleh saja, tapi mohon sadar diri, anda siapa, anda posisinya dimana, apakah anda sudah layak?
Belum jadi apa-apa sudah merasa jadi apa-apa. Gak ada spesial-spesialnya sudah merasa paling keren.
Jika setelah membaca ini, kamu berpikir, “Kan ris, setiap orang mulainya dari bawah, dari jelek, dari gak bisa apa-apa. ” Iya saya setuju, tapi mereka yang akhirnya sukses, tidak menaruh kontak kalian di bio, dengan harapan ada yang mau mengajak kerjasama ketika memulai. Mereka menempa diri dengan perlombaan demi perlombaan, ada yang terus belajar dengan mencari referensi lain, ada yang juga tak henti-hentinya mengeluarkan karya dengan ilmu yang baru mereka pelajari setiap hari. Sementara kamu disini hanya duduk dan sudah merasa keren?
Pikirkan ulang apa niatmu, pikirkan ulang kenapa kamu disini. Jika kamu gagal menjawabnya, kamu tidak layak berada disini.
