Unjuk Rasa

Beberapa hari yang lalu gw mimpi, 
menjadi peserta aksi demo, seperti yang di tivi2 itu katanya aksi bela agama 212.

Teriak-teriak sambil ikutin orasi di jalan, kesannya ngotot banget minta sesuatu untuk di turuti, anak tantrum kalo istilah emak2 sekolah.

Walau tidak tau orang-nya siapa yang di demo, pokoknya semangat banget berteriak-teriak, ga terima dengan keadaan.. Merasa bahwa hidup makin menderita gara-gara Pimpinan itu.

Berapa lama kemudian eh kebangun,
kebanyakan nonton berita “Penistaan Agama” nih.. Ga bener.
Seinget gw waktu mimpi tadi yang didemo itu orang-nya mirip-mirip Tuhan, wah makin ga bener lagi dah..

Sambil mandi coba tenangin diri, 
ternyata gw kurang ajar banget ya, demo Tuhan karena situasi yang kurang nyaman yang gw alami.
bahkan dua kali demonya, untung ga masuk tivi, “Edan”…

Situasi yang kurang nyaman karena financial, hubungan keluarga, bahkan kesehatan, bisa aja datang apapun juga bentuknya, rubah cara padang sebagai orang yang mau dibentuk, pahatan demi pahatan itu menyakitkan, gw yakin akhir dari semua itu indah.

Gw sendiri sebenarnya yakin, bersama Tuhan siapa lawan kita ?,
tetapi ini situasi yang berbeda, kesakitan, kekawatiran gw ga berasalan dihadapan Tuhan, pengelaman ini bukan untuk menjatuhkan tapi melatih otot iman gw.

Helpless bukan berarti Hopless, ingat.. badai pasti berlalu tapi bersikaplah..
( Mature, Excellent, Spirit Led, Honouring, Relevant )

Andai ada meteran iman ? seberapa berat iman mu ?

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Fariz Iskandar’s story.