#7. Manisnya Iman dari Rebbeca yang Bisu Hingga Reza ex. NOAH dan Caesar ex. YKS

Judul video ini adalah : Deaf Rebeca who get shiekh fahad alkanderi cried. Sepenggal kisah dari Kumpulan Video Musafir Qur’an.

Salah seorang sahabat mengirimkan video ini di salah satu grup line saya, pagi ini. Terimakasih ya! Sungguh, video yang membuat saya terenyuh dan membuat bulu roma merinding. Rebeca, yang Allah ciptakan memiliki kilau yang berbeda : terlahir bisu dan tuli, memiliki effort yang luar biasa untuk belajar dan akhirnya mengenalkan islam pada sesamanya.

Ia bercerita bahwa 7 dari temannya yang muslim merasa depresi karena tidak dapat ‘berkomunikasi’ meskipun dengan keluarganya. Lalu mereka pergi ke gereja untuk mendapatkan kepuasan spiritual, disana mereka memiliki ‘intrepreter’ yakni ahli bahasa isyarat. Dan akhirnya mereka berpindah agama. Ia berusaha mengembalikan mereka pada islam dan mengajarkan islam pada mereka.

“Our problem is that we don’t interpreters for deaf people. No interpreters for deaf people in masjids. This makes me dissapointed. Every masjid must have an intrepreter for the deaf people. So, the can call him to interpret for us. Then we can learn what others are learning. We follow the Imam, but we don’t hear him. So we feel the true deafness.”

Rebecca berusaha keras untuk mengenalkan islam pada deaf people. Alhamdulillah, 9 orang masuk islam. Perjuangannya luar biasa. Ia paling suka surat Al Fatihah dan di video ini ia mencntohkan caranya mendakwahkan surat ini hingga yang melihatnya masuk islam. Merinding menonton video ini. Hingga syeikh Fahad pun menangis di akhir kisah setelah Rebecca berusaha membacakan surat Al Ikhlas.

Saya malu kepada diri saya sendiri yang diberikan kenikmatan oleh Allah berupa kesempurnaan tubuh dan alat indra tapi sering lalai dan jauh dari Al-Qur’an. Rebecca saja yang bisu begitu bersemangat dan bekerja keras mengajak orang-orang pada islam, kenapa saya yang sudah diberikan nikmat nya islam malah sering bermalas-malasan? Yaa Rabbana, ampuni kami..

Suka sekali dengan soundtrack pembuka video musafir Qur’an..

To escape the tight darkness into light..
To be reborn again.. and the past is forgiven..
The moment of feeling Allah..
Putting guidance inside your heart..
This can’t be perceived by any description of feelings..
O Allah..
I called upon you.. I strived..
I ask for your guidance.. and you have guided me..
with Qur’an I was able to step up..

***

Siang tadi di Masjid Agung Bandung, berlangsung talkshow yang ngjleb banget berjudul “Manisnya Iman, Saat Kita Mengenal Hijrah” dengan narasumber Reza (ex. NOAH) dan Caesar (ex. YKS). Saya tidak ikut kesana tapi alhamdulillah ada teman (wahyu)yang ikut kesana dan sudah mengizinkan untuk membagikan notulensinya. Semoga bermanfaat :)

  • Reza: berani berhijrah karena merasakan sesuatu yg tidak pas saat ngeband (musik).
  • Caesar: tertawa berlebihan akan mengeraskan hati.
  • Reza: 2010 mulai merasa ada sesuatu yg ingin diubah. Di tahun 2012 mulai ingin keluar band. Akhirnya 2015 resmi keluar.
  • Hijrah memerlukan proses yang panjang.
  • Caesar: 2015 akhir memutuskan untuk mengejar akhirat.
    Sebelimnya terjun ke dunia entertainment karena ingin mengejar harta. Namun ditengah perjalanan, seorang perempuan memberikan pencerahan kepada Caesar, yangg nantinya menjadi istri Caesar. Saat hijrah, Allah memberi ujian dengan mengambil hartanya. Namun istri Caesar memberi semangat,” Rezeki itu sudah diatur. Yang saya inginkan adalah kamu mencicil rumah saya di surga.”
    Harta yg banyak tidak membuat saya bahagia. Namun yg membuat saya bahagia adalah saat Allah mencukupkan kebutuhan saya.
  • Reza: tips untuk mengatasi galau yaitu dekatlah dengan orang2 yang mendekatkan diri kepada Allah Swt.
  • Caesar: Hijrah itu ibarat mengupas bawang. Agak mustahil utk mendapatkan isinya tanpa tangisan.
  • Ada seorang ibu yg menangisi anaknya yg meninggal. Kemudian datang seorang nabi bertanya,”Wahai Ibu, kenapa engkau menangis?”. Ibu tsb menjawab bahwa anaknya meninggal dam mengatakan bahwa bekal anaknya belum cukup. Kemudian sang nabi bertanya,”Berapa umur anak Ibu?”. Si ibu menjawab,”500 tahun.” Sang nabi kemudian berkata,”Ketahuilah Ibu, akan datang masa dimana umur manusia hanya berkisar 60 tahun.” Kemudian si ibu berkata,”Wallahi, jika saya mengalami masa itu, saya akan gunakan umur saya 60 tahun untuk bersujud kpd Allah Swt.”

Jurnal Ramadhan #7

Ahad, 12 Juni 2016 / 7 Ramadhan 1437 H