Bekerja dari rumah, sudah siapkah kita ?

Bekerja dari rumah memang mendapatkan keuntungan sendiri bagi kita. Contoh paling mudah adalah kita bisa mengatur jam kerja secara mandiri. Akan tetapi, sudah siapkah kita untuk melakukannya ?

Perusahaan tempat kerja

Hukumnya wajib 100%. Maksudnya adalah apakah tempat perusahaan kita bekerja mengijinkan untuk melakukan kerja secara remote dari rumah. Umumnya memang bekerja secara freelance secara otomatis melakukan pekerjaan diluar kantor (karena memang tidak berkantor) dan kemungkinan besar memang dirumah.

Apabila akan melamar di perusahaan baru, pastikan perusahaan tersebut mengijinkan untuk bisa melakukan pekerjaan secara remote. Walaupun ada beberapa perusahaan tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa pekerjaannya bisa dikerjakan di luar kantor, di bursa kerja Stackoverflow (https://careers.stackoverflow.com) sudah menunjukkan bahwa bekerja secara remote bisa dilakukan nantinya.

Lingkungan atau tempat kerja

Bekerja dari rumah tidak serta merta kita bebas memilih tempat untuk bekerja. Perlu ada ruang tersendiri untuk dipakai sebagai ‘ruang kerja’. Mungkin saja kita tidak punya biaya cukup untuk membangun ruangan khusus baru sebagai ruang kerja, tetapi hal tersebut bisa kita akali dengan menyiapkan ruangan atau tempat yang mungkin pada jam tertentu hanya dipakai untuk bekerja.

Selain itu, faktor ketenangan juga perlu disiapkan di ruang kerja tersebut. Jangan sampai ketika sedang fokus penuh, entah itu menulis, mengetik, ataupun sedang memikirkan ide, akan terganggu dengan hal-hal yang seharusnya bisa di hindari sejak awal. Jenis pewarnaan ruangan perlu di perhatikan juga. Warna-warna cerah akan cenderung menguatkan produktifitas saat bekerja dari rumah (Ref: http://www.lifehack.org/articles/productivity/7-ways-supercharge-your-productivity-when-you-work-from-home.html).

Motivasi

Beberapa orang secara personal kadang sulit untuk memunculkan motivasi saat bekerja apabila kondisi tertekan, maka dari itu bekerja dari rumah akan lebih cocok bagi yang sudah sesuai atau sejalan dengan hobi pribadi.

Jam kerja yang lebih banyak

Dengan tidak adanya jam kerja yang standar, kita hanya dituntut pada target terselesainya pekerjaan daripada kuantitas jam kerja yang pasti. Walaupun hal ini bisa disiapkan dengan memberikan waktu tambahan ketika mengajukan awal project dari waktu standar kemampuan kita, tetap besar kemungkinan kita akan bekerja lebih lembur demi mengejar target terselesainya proyek. Maka dari itu, disiplin terhadap pekerjaan adalah mutlak agar tidak terjadi kemoloran waktu pengerjaan.

Troubleshooting Issues

Jika berhadapan dengan kolega atau rekan kerja atau client secara remote, sangat-sangat besar kemungkinan miss komunikasi akan terjadi. Hal ini perlu pembiasaan yang cukup untuk memahami bagaimana komplain ataupun keluhan client / rekan kerja ketika bekerja secara remote. Serta kita dituntut untuk pro-aktif bertanya apa saja hal-hal yang bisa menambah informasi agar komunikasi menjadi jelas.

‘Sedikit’ Pengalaman

Untuk poin yang terakhir ini, walaupun bukan yang utama, tetapi bisa menambah nilai tersendiri jika kita akan bekerja dari rumah. Bekerja dari rumah akan lebih cocok bagi seseorang yang sebelumnya pernah bekerja secara remote, meskipun tidak secara penuh.


Artikel ini ditulis dari rumah dan di sela-sela mengerjakan project remote dari client di Jakarta, dan mengerjakan di Sidoarjo.

17–08–2015

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70.