Bagaimana Menjadikan Asrama R2 Bandung Sebagai yang Terdepan di antara Seluruh Asrama RK lainnya

Fathul Islam
Sep 8, 2018 · 4 min read

Bismillahirrahmanirrahim,

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi sedikit tentang pemikiran saya. Meskipun dapat diakui bahwa adanya tulisan ini tidak murni oleh keinginan saya melainkan satu dan lain hal dalam keberjalanan aktivitas saya.

Pertama-tama, saya tidak akan menjelaskan apa itu RK dan lain halnya karena tulisan ini ditujukan kepada teman-teman satu asrama saya sebagai ajakan untuk berjuang bersama khususnya. Dan kepada teman-teman RK angkatan 9 seluruh Indonesia sebagai ajang untuk fastabiqul khairat umumnya.

Dimulai bukan dengan bagaimana kita bisa menjadi yang terdepan di antara yang lain melainkan apa yang membuat kita menjadi yang terdepan. Maka dari itu saya berpikir diperlukannya sebuah parameter dalam penentuan seperti apakah yang terbaik itu. Di sini saya akan mengajukan suatu usulan tentang parameter-parameter tersebut. Beserta bagaimana langkah yang akan kami tempuh dalam mencapai hal tersebut tentunya.

Rumah Kepemimpinan memiliki kriteria output peserta yang diinginkan, yaitu memiliki sifat dari ROOM-PK. Yang pertama adalah rendah hati. Maka saya tarik definisi rendah hati yaitu, (sifat) tidak sombong atau tidak angkuh. Sehingga yang terbaik adalah orang yang dalam setiap kehidupannya tidak sombong termasuk dalam ibadah serta capaiannya.

Lalu yang kedua adalah open minded atau dalam bahasa Indonesia berarti pikiran yang terbuka. Maka yang terbaik adalah orang yang terbuka pikirannya terhadap fakta dan pemikiran yang ada disekitarnya. Bukan berarti menerima segala pemikiran tersebut melainkan tidak menolaknya mentah-mentah dan mecoba menelaahnya.

Yang ketiga adalah objektif. yang saya temukan definisinya di kbbi sebagai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Artinya setelah tidak menolak fakta dan pemikiran yang ada, orang yang terbaik adalah yang dalam mengambil keputusan atau judge akan sesuatu selalu tidak dipengaruhi oleh pandangan dan keinginannya saja melainkan berdasarkan pada kenyataan dan fakta.

Lalu ada moderat. Dalam kbbi, terdapat dua makna dari kata ini. Yang pertama adalah selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem. Dan yang kedua adalah berkecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah.

Sifat berikutnya adalah prestatif. Adalah bentuk sifat dari prestasi yang artinya dalam kbbi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya. Maka prestatif adalah orang yang mencapai sesuatu atau memenangkan perlombaan. Namun, menurut saya bukan berarti yang terbaik adalah yang prestasinya banyak. Karena menjadi medallist emas OSN jauh lebih prestisius dibandingkan juara lomba makan kerupuk 17 Agustusan 5 kali berturut. Maka pada bagian ini, orang terbaik adalah yang prestasinya merupakan yang capaiannya paling besar dan berdampak.

Terakhir, adalah sifat kontributif. Sama seperti yang sebelumnya, dari definisi yang diambil dari kbbi, kontributif adalah sifat dari kata kontribusi yang artinya sumbangan antau iuran. Sedikit formal dari kata koontirbusi yang biasa dipakai dalam keseharian. Seperti kontribusi bahwa kita memberikan dampak pada lingkungan yang kita terjun di dalamnya.

Setelah sifat-sifat di atas yang saya definisikan berdasarkan pemikiran saya berdasarkan acuan kbbi(kalo ada yang dirasa kurang, saya sangat open menerima. Tolong jangan salahkan saya, benarkan saya. Terima kasih), perlu digaris bawahi bahwasanya tujuan tulisan ini bagaimana RK Bandung menjadi yang terdepan. Maka kata orang, yang terbaik, dan lainnya harus saya rubah. Karena tujuannya di sini bukanlah bagaimana membentuk superman melainkan superteam. Bagaimana, menjadikan seluruh anggota memiliki sifat-sifat tersebut sehingga ungkapan RK Bandung terbaik bukanlah pars pro toto.

Maka dari itu, untuk besar bersama maka harus berjuang bersama. Langkah nyata diperlukan dalam setiap kegiatan tersebut. Yang pertama, bagaimana menjadi pribadi yang rendah hati adalah menanamkan nilai kepada semua anggota bahwa apapun yang diperjuangkan diniatkan untuk ibadah dan menebar manfaat kepada sesama. Sehingga tidak timbul rasa bangga yang berlebihan dan ingin pamer. Jika sudah diniatkan untuk kedua hal tersebut selain kegiatan insyaAllah akan lancar, rasa tinggi hati dan lainya akan tertekan.

Lalu menjadi pribadi yang open minded. Dalam salah satu artikel lama yang saya baca (https://www.forbes.com/sites/davidkwilliams/2013/01/07/the-5-secret-tricks-of-great-people-how-to-become-open-minded-in-2013/#53c34c3b73d4), menanamkan nilai open minded berarti bagaimana seluruh anggota dapat berpikir terbuka dan mencoba untuk tidak melihat hanya dari satu sudut pandang. Cara efektif yang dapat dilakukan adalah pengadaan diskusi multidisiplin. Di mana isu tertentu teman-teman akan berpendapat dengan pola piker bidangnya dan yang lain akan mendengarkan dan memikirkan dari bidang tersebut juga. Tidak serta merta mindblocking dan hanya berpegang pada pandangan bidangnya saja. Hal ini juga dapat dilakukan untuk melatih sifat objektifitas anggota.

Lalu ada moderat, menurut saya sama dengan sebelumnya. Kegiatan diskusi multi disiplin dapat melatih kita memandang perkembangan zaman dan tidak menjadi kolot dengan membuka pikiran akan pendapat-pendapat yang berbeda. Termasuk pendapat yang kita kontra dengan hal tersebut. Pengadaan diskusi ini tidak perlu formal untuk frekuensi yang tinggi. Namun, dapat ditumbuhkan dengan pensuasanaan diskusi kecil informal dengan beberapa teman. Termasuk membiasakan diri untuk berdialog dengan bahasa asing untuk meningkatkan skill masing-masing individu.

Untuk sifat prestatif sudah sangat jelas bahwa perlu dibuat suasana fastabiqul khairat dalam internal di mana semua berpartisipasi pada setiap kegiatan masing-masing dan diniatkan untuk memberikan yang terbaik. Mudahnya, semua anggota diarahkan untuk mengikuti ajang perlombaan dan menempa diri untuk menang. Untuk menumbuhkan hal tersebut, dibuat wall of fame di asrama yang akan memacu yang lain untuk berprestasi apabila ada yang belum. Selain prestasi dari lomba, mendapat predikat “terbaik” pada kegiatan lain juga dihitung pencapaian. Pembuktian kontribusi juga dapat diliat dari bagaimana prestasinya dalam lomba ataupun kontribusinya dalam kegiatan lain. Ide-ide yang dimunculkan diterima atau tidak menjadi parameter bahwa orang tersebut telah memberi dampak atau tidak.

Terakhir, perlu ditekankan bahwa semuanya perlu dilakukan bersama. Sehingga nilai yang pertama kali perlu ditanam adalah ukhuwah islamiyah. Bahwa kita bersama untuk berjuang dan memberitahu dunia bahwa kita adalah pemimpin. Bahwa apa yang kita lakukan adalah cerminan dari islam. Tidak hanya mengaku bahwa kita adalah seorang muslim, namun beraksi nyata. Untuk RK Bandung menjadi yang terbaik, tanpa lupa menggandeng yang lain.

#KolaborasiKarya #SahabatsampaiSurga # SalamJomblo21bulan #RKBandungjuara #RumahKepemimpinan