Pahlawan Umat Manusia

Bismillah…

Suatu waktu terjadilah dialog antara Bapak dan Anaknya.

Bapak : Saya mau tanya satu hal, Tjokroaminoto merupakan guru dari Bung Karno, Agus Salim, Kartosuwiryo, Muso dan tokoh-tokoh nasional lainnya. Kamu lihat bagaimana resonansi sejarahnya, saya cuma mau tanyak Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan guru dari pendiri gerakan-gerakan islam terbesar di Indonesia yaitu Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan serta kyai-kyai yang lain. Saya tidak ingin membandingkan Tjokroaminoto dan Syaikhona Kholil, tetapi mungkin kamu punya refleksi, dan paling kalau saya tanya kenapa Tjokroaminoto pahlawan nasional sedangkan Syaikhona Kholil tidak diakui sebagai pahlawan nasional ?, padahal jelas pergerakannya, NU dan Muhammdaiyah begitu mewarnai kehidupan bangsa Indonesia.

Anak : Pada zamannya Tjokroaminoto, tidak hanya Tjokroaminoto yang bergerak. Di kalangan bawah Tjokroaminoto dan di kalangan atas Budi Utomo. Dan sebelum itu ada Syaikhona Kholil yang melahirkan murid-murid yang kemudian mendirikan organisasi-organisasi besar. Menurut saya, semua punya hak untuk menjawab zamannya, dan mereka masing-masing mencoba menjawab zamannya, simple-nya seperti itu. Kenapa Syaikhona Kholil tidak disebut sebagai pahlawan Nasional ?. Mungkin karena ketidak tahuan mereka, mungkin juga karena Syaikhona Kholil bukanlah pahlawan Nasional tapi pahlawan umat manusia.

Dialog diatas merupakan pertanyaan Emha Ainun Nadjib kepada anaknya Sabrang Mowo Damar Panuluh. Semoga bermanfaat.