Omotenashi Winter

Tirana Fatyanosa
Dec 22, 2019 · 4 min read

Pada tanggal 8 Desember lalu, Consortium Kumamoto mengadakan Omotenashi edisi winter. Agenda acara ini adalah belajar membuat wagashi dan mengunjungi Kumamoto City Museum.

Wagashi Making Experience

Agenda pertama, belajar membuat wagashi, dimulai pada pukul 9:30 dan diadakan di Sakuranobaba Josaien Tourist Information Center 2F.

Wagashi adalah kudapan manis khas Jepang yang biasanya disajikan dengan teh. Pada kesempatan ini, peserta diajari membuat lima bentuk wagashi, yaitu bentuk dasar wagashi (paling mudah), bellflower, Kitty-chan, Kumamon, dan buah jeruk (paling susah).

Persiapan membuat wagashi

Sebelum membuat wagashi, peserta dibagikan contoh gambar dari wagashi yang akan dibuat.

Contoh wagashi yang akan dibuat.

Lima kotak bahan wagashi juga dibagikan untuk masing-masing peserta. Selain itu, peserta dipinjami peralatan untuk membuat wagashi, seperti tongkat kayu kecil berbentuk segitiga (triangle stick) dan tusukan kayu. Tidak lupa pula bungkus kertas (paper bag) untuk membungkus wagashi yang telah selesai dibuat.

Sebelum mulai membuat, peserta diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu dan membasahi kain handuk yang telah disiapkan. Kain handuk tersebut nantinya digunakan untuk membasahi tangan selama proses pembuatan agar wagashi tidak lengket ketika dibuat.

Menyaksikan arahan dari ahli pembuat wagashi

Gerakan tangan yang terampil dan lembut dari sang ahli membuat peserta berdecak kagum. Wagashi yang dibuat terlihat sangat cantik. Berbagai macam wagashi dibuat on-the-spot oleh beliau, seperti Kitty-chan, bunga mawar, bunga sakura, daun momiji, burung, Doraemon, Kumamon, babi, buah jeruk, bellflower, dan Rillakuma.

Hasil karya profesional.

Membuat wagashi sendiri

Bahan-bahan telah dibagikan dan sang ahli telah mencontohkan cara membuatnya. Selanjutnya saatnya membuat wagashi sendiri!

Membuat wagashi ternyata susah-susah gampang. Butuh ketelatenan dan konsentrasi. Karena tidak bisa di-undo ketika ada kesalahan, hasilnya pun jadi tidak sesuai harapan. Lihat saja Kitty-chan buatan saya berubah menjadi Garfield 😭.

Hasil karya amatir.

Setelah selesai membuat wagashi, hasilnya pun bisa kita taruh di paper bag untuk dinikmati di rumah bersama dengan teh hijau 🤤.

Mengunjungi Planetarium di Kumamoto City Museum

Setelah puas membuat dan menikmati wagashi, agenda selanjutnya adalah mengunjungi planetarium di Kumamoto City Museum. Harga tiket masuk ke museum ini sebesar 400 yen. Sedangkan harga tiket masuk ke planetarium yang ada di dalam museum ini sebesar 200 Yen. Namun, karena acara ini gratis, tiket masuk ditanggung oleh panitia.

Mesin pembelian tiket masuk museum dan planetarium

Di lantai pertama museum ini, pengunjung dapat melihat peninggalan bersejarah, seperti pedang katana, baju samurai, perhiasan, kuburan, uang koin, dan lain-lain. Di lantai kedua, pengunjung disuguhkan berbagai macam hewan yang diawetkan, kerangka gajah, peralatan arkeologi, dan berbagai jenis batu-batuan. Sedangkan di dalam planetarium, pengunjung ditunjukkan video asal mula terbentuknya bumi, fosil, dan berbagai macam bintang beserta posisinya.

Kumamoto City Museum

Penutup

Dengan berakhirnya kunjungan ke planetarium, maka berakhirlah omotenashi winter edition tahun ini. Sungguh pengalaman yang menarik dan menyenangkan, sekaligus mengenyangkan 😂. Tunggu cerita selanjutnya di omotenashi berikutnya yaa!

    Tirana Fatyanosa

    Written by

    A researcher who loves mining data, travelling, and making origami • https://www.linkedin.com/in/fatyanosa/ • https://www.instagram.com/fatyanosa/

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade