Jangan Serius-Serius Lah ~

“ Hidup mahasiswa!

Hidup rakyat Indonesia! “

Teriak salah seorang pemimpin aksi di depan gerbang utama kampus saya setelah tarif parkir di kampus naik menjadi lima belas ribu per hari, dilanjutkan dengan mengumandangkan nyanyian kampusku rumahku untuk mempertegas orasi-orasi yang telah mereka suarakan untuk menentang pengambilan keputusan sepihak oleh pihak rektorat.

***

Mahasiswa merupakan ujung tombak perubahan sosial, dianggap sebagai insan yang lebih berpengetahuan dibandingkan rakyat yang tidak sempat mengenyam pendidikan. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu untuk memberikan respon yang cepat dan tepat terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi apalagi ketika itu merugikan rakyat Indonesia.

Sejarah mencatat bahwa aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa seringkali membawa perubahan besar bagi bangsa indonesia; Kebangkitan Nasional, Tritura 1966, dan Malari 1974. Pada tahun 1978, menteri pendidikan dan kebudayaan , Daoed Josoef , mengeluarkkan Surat Keputusan (SK) No. 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) dan disusul dnegan SK №0230/U/J/1980 tentang pedoman umum organisasi dan keanggotaan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK). Inti dari kebijakan ini adalah melarang mahasiswa untuk berpolitik. kalau pun berpolitik, mahasiswa hanya dibatasi sejauh teori, bukan praktik.

Nampaknya gerakan mahasiswa yang tadinya berkobar-kobar sekarang justru di nina-bobokan oleh NKK/BKK. Semangat perjuangan mahasiswa sekarang sudah memudar. Suara mahasiswa, bukan lagi perpanjangan dari suara rakyat yang seharusnya mahasiswa bela. Mahasiswa menjadi kaum intelek yang eksklusif, terkurung (atau mungkin memilih untuk terkurung) dalam penjara kurikulum dan kebijakan kampus hingga ogah-ogahan utuk turun melihat realita yang terjadi pada masyarakat Indonesia.

***

Sekarang ini sedang marak pembicaraan mengenai pemilihan Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB , salah satu petinggi kampus.

Apakah kalian yakin bahwa presiden yang terpilih nantinya benar-benar akan membawa perubahan untuk kabinet KM ITB?

Apakah kalian yakin bahwa Kabinet KM ITB akan benar-benar bergerak? Melepaskan diri dari kurungan kurikulum dan kebijakan kampus? Bergerak untuk rakyat? atau justru mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan kabinet itu sendiri?

Jangan sampai nantinya petinggi kampus ini hanya berteriak “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” padahal yang di perjuangkan hanya keberlangsungan hidup golongan tertentu.

***

Jangan serius-serius lah ~

Fausto Keiluhu

Ca-MG KSSEP ITB

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.