Lari

Ada yang mengakar jauh sekali masuk ke dalam sendi-sendi pikiranku.

Aku yang mengobrak-abrik waktu, dari dunia yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Tentang hal-hal yang aku sembunyikan. Sekumpulan orang-orang baru dari dunia yang sangat berbeda.

Kita semakin lari.

Lalu kulihat matamu, dari penerimaan itu.

Hati manusia yang porak poranda, yang terbagun dini hari, lalu mengecup mataku.

Aku masih di pelukanmu, menunggumu di samping meja kerjamu.

Jakarta, Juli 2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.