Tentang Kamu
Katamu, kota tempatku tinggal penuh kemalasan.
Malamnya merangkak lambat, panjang, seperti jalan menuju hatiku.
Lalu aku tertawa.
Kau senang membicarakan hal-hal absurd, dan aku senang mendengarnya.
Kau mencemburui puisi-puisiku perihal kepergian, karena kau sendiri belum pernah datang.
Aku selalu bahagia hidup dalam puisimu
tentang cinta yang tanpa saling
tentang ketidaksukaanku pada kesukaanmu
tentang rindu-rindu yang aneh di tengah aroma kopi
Aku senang membaca Ika Natassa
atau Morra Quatro
atau Nina Ardianti
atau Windy Ariestanty
atau Windry Ramadhina
atau Christian Simamora
Kamarmu dipenuhi Pram
dan Eka Kurniawan
dan Ayu Utami
dan Seno Gumira
dan Sapardi
dan Joko Pinurbo
Kita adalah apa-apa yang disebut jauh
Tapi aku senang menunggu.