Hati-hati dengan Aplikasi Sosial seperti Ini!

Pagi ini ketika saya baru saja bangun tidur, tidak lupa saya mengecek aplikasi Whatsapp dari hape Samsung saya, sekadar rutinitas untuk mengecek apabila ada pesan penting dari keluarga, teman, rekan kerja, atau dari klien.

Karena saya juga bergabung dengan grup chat di WA yang kebetulan teman saya sebagai adminnya, muncul juga pesan-pesan dari grup tersebut. Jujur saja, kadang pesan-pesan tersebut ada yang lucu, ada yang tragis menyedihkan, ada yang isinya hoaks/sampah, ada yang iklan dan lain sebagainya.

Pernah saya dapat pesan tentang seorang yang pernah berlatih Kungfu di Shaolin selama 6 tahun menawarkan pengobatan terapi tulang secara cuma-cuma/rela dibayar secara sukarela dengan uangnya dimasukkan saja ke dalam amplop, pernah juga saya dapat cerita tentang curhat seorang driver ojek online yang tidak begitu suka apabila penumpang hanya membayar dengan tahu bulat alias promo gratis, berita tentang politik seperti kabar terbaru Ahok yang sedang berada di penjara, ataupun yang sedang hangat sekarang seperti rumor-rumor tentang pendiri travel umroh First Travel dimana mereka menyembunyikan aset hasil dugaan penggelapan dan penipuannya, dan lain sebagainya.

Tapi pesan yang saya dapatkan hari ini keliatannya agak bertema lain :

“Tolong sebarkan ini kepada bapak ibu, kawula muda, teman-teman, para saudara saudari, atau para jomblo dan single fighter lainnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya, yang membutuhkan partner untuk menggunakan promo-promo makanan dan minuman atau nonton film seperti ‘Buy 1 Get 1’ , ‘Buy 2 Get 3’, atau promo pesawat terbang yang minimal pembelian 2 tiket dll. Bahwa sekarang sudah ada aplikasi sosial yang namanya ‘PromoTeamer’ yang dapat didownload di Google Play yang dapat memudahkan kamu mencari teman promo. PromoTeamer — Share Promo With Your Friends.”

Sejenak, saya kucek-kucek mata saya karena terus terang saya kurang paham, bukankah sudah banyak di ranah teknologi aplikasi-aplikasi yang menawarkan promo, sebut saja Disdus yang namanya sekarang MyFave Groupon (promo makanan minuman,film), Sepulsa (beli pulsa bisa dapat 3 voucher diskon), promo nonton film di Bookmyshow, Goers, atau promo-promo lainnya yang dapat dicek di katalogpromosi.com, flipit.com, dll.

Dalam hati saya agak kesal karena ini pasti ujung-ujungnya pesan sampah alias iklan, tanpa basa basi langsung saya tutup Whatsappnya dan teruskan dengan mandi pagi, sarapan dan langsung berangkat ke kantor agar tidak telat.

Dalam perjalanan ke kantor, ketika jalan sedang agak macet-macetnya dan saya sedang duduk di dalam taksi online, hape saya kembali berbunyi. Ternyata, pesan yang sama seperti tadi kembali di-forward dari seseorang di grup chat tersebut. Kembali saya baca sekilas dan agak merenung, lalu saya tersenyum simpul sambil menyimpulkan bahwa aplikasi ini sepertinya dapat menghubungkan orang-orang kesepian seperti saya untuk mencari teman atau mungkin jodoh.

Kebetulan saya memang seminggu sekali suka nonton film Hollwood di Cinema XXI atau suka membeli promo murah di Groupon, dan semuanya saya lakukan sendirian, kadang bersama teman lama. Teman-teman lama saya kebanyakan sudah berkeluarga, jadi kadang risih apabila makan di restoran bersama mereka.

Nonton film bersama adik kakak enggan saya lakukan, karena bersama keluarga kadang selalu membawa-bawa masalah keluarga yang ingin saya lupakan, sedangkan dengan teman kantor / klien pun enggan demi menjaga profesionalitas untuk memisahkan urusan pribadi dan bisnis.

Tapi menghabiskan waktu dengan orang yang tidak atau sama sekali belum dikenal? Ini hal-hal yang saya waspadai sebagai orang lama di Jakarta ini: maling, penipuan, hipnotis dll muncul di pikiran saya.

Siapa yang tidak kenal Jakarta, dengan moto lamanya ‘sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibukota’. Sebersit terlintas di kepala saya, agak enggan sebenernya bertemu dengan calon teman baru karena hal-hal tersebut. Agak risih apabila harus duduk bersebelahan apabila nonton film atau travel ke luar negeri atau satu meja ketika makan di restoran.

Sempat saya lirik mengenai aplikasi Promoteamer ini di Google Play, dan saya baca deskripsinya. Kesan saya idenya lumayan bagus, dan mungkin memang belum ada aplikasi perantara seperti ini. Kadang saya bertanya, apa ini aplikasi dating seperti Tinder atau lebih aplikasi promosi seperti Groupon? Namun aplikasi ini tampaknya memang masih fresh alias baru terbit kalau dilihat dari jumlah downloadnya. Saya sendiri belum terpikir untuk menggunakannya saat ini.

Dilihat dari pribadi saya yang memang selalu was-was dan skeptis, saya pikir perlu adanya kita menaruh rasa waspada terhadap kemajuan teknologi saat ini, apa itu benar-benar menguntungkan atau bisa jadi malah merugikan manusia.

Mungkin untuk itulah saya belum berani menyentuh tombol Uberpool atau Grabshare, karena ruang privasi amatlah penting bagi saya. ‘Just wait and see lha’ kalau orang-orang Singapura bilang. Sambil saya lanjutkan makan siang sendirian di sebuah restoran di Sudirman ini.

— www.koersoes.com/promoteamer —