Meralat Feminisme

Fergie A Esmirelda
Aug 8, 2017 · 3 min read
speaking feminism

Saya tinggal di saat dan di mana kebanyakan perempuan di sekitar saya tidak suka mengidentifikasi diri mereka sebagai feminis, karena mereka pikir itu hal yang buruk dan orang-orang mengidentifikasi diri mereka hanya pada tingkat permukaan saja.

Feminisme tidak mengutip quotes Marilyn Monroe. Feminisme pun tidak membabi buta meyembah perempuan. Feminisme tidak dimulai dan diakhiri dengan perlindungan kepentingan perempuan. Feminisme adalah sebuah ideologi yang pada awalnya didasarkan pada perempuan yang terangkat dengan segala cara yang mungkin sehingga mereka tidak menjalani kehidupan yang tertekan di dunia patriarki.

Berapa banyak dari kita yang pernah mendengar tentang black feminism, radical feminism, dan colonial feminism?

Feminisme benar-benar jalan yang panjang. Dan itu adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan harga diri. Feminisme harus bertahan dalam arti yang sebenarnya dan tidak dengan cara yang dangkal.

Beberapa hal yang perlu diketahui feminis:

Kesetaraan gender berarti berdiri dengan alasan “setara” dan bukan alasan “lebih tinggi”. Feminisme adalah dorongan bahwa perempuan perlu naik ke tingkat kesempatan yang sama dan kemudian bangkit melalui kemampuan mereka sendiri. Feminisme bukan tentang menempatkan mereka pada tumpuan dan menyatakan diri mereka lebih unggul daripada laki-laki.

Perlakukan laki-laki seperti kamu ingin diperlakukan oleh mereka. Jangan memanfaatkannya. Hormati mereka, sekali-kali biarkan mereka memanjakanmu. Jangan terlalu defensif di sekitar mereka seakan-akan semua orang di luar sana ingin menyakitimu. Mereka (laki-laki)bukan musuh kita, mereka juga punya anak perempuan, saudara perempuan, dan ibu. Mereka juga menderita karena patriarki.

Jika kamu adalah seorang feminis sejati, jangan menyerah dari apa yang kamu inginkan saat melihat seorang perempuan menekanmu. Jika perusahaan tempatmu bekerja dikelilingi oleh orang-orang yang mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak menguntungkan atau merendahkanmu, jangan hanya membiarkannya pergi. Bahkan jika itu saudara laki-laki mu mengomentari pakaian teman perempuanmu, dia perlu tahu bahwa dia tidak berpakaian untuk menyenangkan matanya. Panjang pakaian perempuan bukanlah ukuran karakternya.

Kita juga harus melindungi perempuan dari perempuan. Disadari atau tidak, seringkali perempuan bisa menjadi musuh terbesar kaum perempuan itu sendiri. Perempuan seringkali menghakimi satu sama lain. Hal terburuk yang bisa kamu lakukan adalah ketika melihat perempuan lain dengan jijik karena melakukan sesuatu yang menurutmu hanya terbatas pada pria. Kamu tidak akan menatap laki-laki ketika dia merokok di depan umum tapi kamu akan menatap perempuan yang merokok seakan-akan dia sedang merencanakan pembunuhan terhadap kamu. Kamu tidak akan menatap laki-laki bahkan jika dia berjalan dengan baju bertelanjang dada tapi jika tali bra teman perempuanmu keluar, kamu tidak dapat tetap diam tanpa menunjukkannya kepadanya.

Sebaiknya jangan pernah menggunakan frasa stereotip. Misalnya dengan mengatakan kepada seseorang “kamu menangis seperti anak perempuan”, “kamu berlari seperti anak perempuan”, “kamu merengek seperti anak perempuan” dan frasa stereotip lainnya. Ini artinya kamu menanam benih dengan lembut di benak orang-orang bahwa perempuan memang lemah. No, we are not that weak. Mengapa tidak memilih sesuatu yang memberdayakan perempuan? Saya tidak tahu mengapa “bertahan seperti perempuan” adalah sesuatu yang belum pernah kita dengar.

Hak yang diberikan kepadamu adalah untuk melindungimu dan kepentinganmu. Jangan mengejek usaha yang dilakukan oleh masyarakat dan sistem dengan menyalahgunakan hak-hak itu untuk keuntunganmu sendiri. Jangan pernah menggunakannya sebagai ancaman untuk mengeksploitasi laki-laki.

Kamu tahu bagaimana rsasanya ditindas saat tinggal di dunia patriarki. Namun perlu diingat bahwa kamu bukan satu-satunya jenis kelamin yang tertindas. Kamu tidak menyukai perlakuan berbeda, yang lain juga tidak. Kamu tahu betapa tidak adilnya diperlakukan berbeda dengan caramu dilahirkan, jadi jika kamu benar-benar mencari kesetaraan, bantulah orang lain untuk bangkit bersamamu.

Pada akhirnya, carilah dunia di mana kamu naik ke tingkat di mana kamu tidak perlu diperlakukan sebagai seks yang lebih lemah lagi. Dunia di mana kamu tidak perlu reservasi untuk diri sendiri, di mana kamu berjalan tanpa rasa takut, di mana kamu bebas menjadi seperti yang kamu inginkan, di mana sebelum melihat dirimu sebagai perempuan, kamu melihat dirimu sebagai manusia.

    Fergie A Esmirelda

    Written by

    25 year old woman who writes her unrest | gender and sexual diversity.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade