Dalam Perjalanan Menuju Vredeburg

Dalam perjalanan menuju Vredeburg, yang kulalui hanyalah sepi, nan bergerak tanpa hadirmu di sisiku. Dan Sajak-sajak yang kubuat, terasa tak berarti tanpa namamu dalam tintaku.

Jua rasa harum dari tubuhmu yang kurindukan, yang terpatri dengan jelas dalam setiap tarikan napasku nan terhirup ke dalam tubuhku ini.

Dalam perjalanan menuju Vredeburg, yang kulihat hanyalah oase tentangmu, tentang kita, tentang pelukan yang kita lesapkan nan tak mau terlepaskan. Dan karena itulah, di setiap langkahku saat ini, yang terasa hanyalah engkau, kekasih. Menuntun langkahku menuju Vredeburg nan temaram itu.

Dalam perjalanan menuju Vredeburg, aku bercerita, tentang pertemuan serta perpisahan kita, di mana engkau mengucap kata “Selamat tinggal” kepadaku dengan kesedihan nan terekam jelas dalam dua matamu yang berbinar air mata itu.

Dalam perjalanan menuju Vredeburg…

Aku merindukanmu.