6 Kejanggalan Referendum yang Aku Ketahui
Sep 3, 2018 · 3 min read
- Presiden KM ITB tahun-tahun sebelumnya tidak pernah sampai sericuh ini
Kesalahan tidak hanya pernah dilakukan oleh Presiden KM ITB 2017–2018. Di tahun-tahun sebelumnya selama aku di kampus, sudah ada 2x kejadian Presiden Kabinet yang menghilang dan tidak menjalankan program. Tapi tidak sampai separah sekarang. Ada lagi Presiden lain yang banyak juga kesalahannya, tetapi karena bisa menjelaskan kesalahannya dengan baik, dia bisa dimafhumi. - Forbas dilakukan di masa Kerja Praktek (KP) dan liburan
Forbas dilakukan pada tanggal 4 Agustus, dimana awal masa perkuliahan adalah tanggal 20 Agustus. Pada masa ini, mayoritas massa kampus saya ketahui belum berada di Bandung. Bahkan, sebagian massa yang berada di Semester 6 akhir, normalnya sedang dalam posisi Kerja Praktek, termasuk sebagian Senator maupun timnya. Ada teman saya yang berceletuk,
“Pengambilan aspirasi waktu itu agak gimana gitu sih sebenarnya.”
(plus ada setting alur forbas juga denger-denger ya) - Presiden KM ITB 2017–2018 yang tidak membela diri
Sewaktu Presiden KM ITB 2017–2018 memenuhi tuntutan dengan bersumpah tidak berafiliasi terhadap politik eksternal manapun, ‘pidato’-nya hampir dipotong oleh PJS MWA WM 2017–2018. Usai bersumpah, ditanya, kalau Massa Kampus meminta Pak Presiden untuk turun, apakah Anda bersedia? Awalnya dijawab, “saya tidak akan bersedia dan akan menyelesaikan jabatan hingga akhir!”. Tapi, kemudian dibalas balik, bahwa seandainya Bu PJS diminta untuk turun oleh Massa Kampus, maka ia akan bersedia turun karena amanah datangnya dari Massa Kampus.
Lalu, semenjak forbas, tak pernah satu kali kulihat ada postingan Presiden KM ITB 2017–2018 meminta dukungan dari Massa Kampus. Mungkin sudah berubah pikiran bahwa biarlah Massa Kampus yang menentukan, ya? - Siapa yang kenal Presiden KM ITB 2017–2018 dengan baik?
Tiap kali bertemu denganku, dia sering banget nanyain tentang teman kami yang sekontrakan sama aku yang sudah lama gak kuliah. Gatau apa pedulinya dia.
But, other than that, aku dapet cerita menarik bahwa bahasa Pak Presiden itu biasanya pakai ‘bahasa ajaib’. Kalau dia menyampaikan gagasan, perlu ada seseorang yang kenal dia dengan baik dan bisa membumikan bahasa yang dia gunakan agar mudah dipahami. Kebanyakan baca buku ya, Pak Pres?
Pantes mayoritas kesalahannya komunikasi, ya. Mungkin kami salah paham, Pak. - Pemilihan PJS oleh Kongres
Sebagai bagian dari Massa Kampus, tentu kita perlu meyakini bahwa Kongres telah bekerja dengan baik dan selalu berusaha menjaga netralitas.
Tapi, pada Referendum kali ini, pemilihan PJS Presiden Kabinet KM ITB ditentukan oleh Kongres.
Pernahkah Anda bayangkan, jika sebuah lembaga yudikatif/legislatif menjadi pihak yang memilih sekaligus mengangkat lembaga eksekutif? Akankah kita bisa yakin bahwa lembaga eksekutif benar-benar akan memenuhi keinginan rakyat? Wajar bagi kita untuk berpikir bahwa lembaga eksekutif bisa saja mendapatkan pesanan dari pihak lembaga yudikatif?
Ah, Sampai saat ini saya masih percaya Kongres adalah sekumpulan orang-orang yang tetap netral dan tidak akan menyalahgunakan aspirasi dari Massa. - OA KM ITB yg terus ramaii
Yang ini saya paling agak ngerasa janggal. Katanya mau direferendum. Katanya timnya gak kompak. Katanya Pak Presiden gak bisa ngelola tim. Kenapa sih OA-nya jalan terus? Kenapa prokernya masih aja jalan?
Sebenarnya yang masalah siapa?
Hatur tengkyu, yuk mari kita berdoa agar Referendum kali ini bisa memberikan KM ITB hasil yang terbaik dan membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Semoga urusan kita dalam kebaikan dimudahkan,
Mahasiswa Fokus TA :)
