#HidungFika — Puncak Jadi Sepi (6 Maret 2017)

Komentar kejadian terkini minggu lalu (6 Maret 2017):

  1. Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud berkunjung ke Indonesia dan membawa 1.500 orang dalam rombongannya ke Jakarta, Bogor, dan kemudian berlibur di Bali. Banyak pengamat mengharapkan kunjungan ini akan membawa investasi dimana sebelumnya di tahun 2016 Saudi Arabia hanya investasi 44 proyek senilai USD 900.000 atau 0,174 persen dari total proyek investasi asing di Indonesia. Tono, seorang anggota Polsek Ciawi, mengamati “Wah, pantesan lalu lintas puncak selama seminggu ini agak sepi”.
  2. Polemik antara Pemerintah dengan PT Freeport Indonesia berlanjut, dimana permasalahan dimulai dengan terbitnya PP №1/2017 yang mewajibkan perusahaan tambang apabila ingin tetap ekspor mineral mentah tanpa membangun smelter harus mengubah kontrak karyanya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Freeport berkeberatan karena menganggap Kontrak Karya tetap sah berlaku hingga kontraknya berakhir. Dikabarkan sejumlah warga Papua mengontak promotor konser agar menghadirkan band Armada di Timika agar bisa menyanyikan bersama, “Mau dibawa kemana hubungan kita…”
  3. Film “Moonlight” memenangkan film terbaik di ajang penghargaan Oscar 2017 dimana terjadi kekeliruan yang dialami kru serta pemain “La La Land” yang sudah naik ke panggung dan berpidato untuk menerima piala yang mereka pikir mereka menangkan. Inilah yang terjadi apabila “La La Land” memenangkan popular vote namun “Moonlight” yang memenangkan electoral college, ungkap seorang pengamat politik di AS. Di Indonesia, dikabarkan PwC dikontak oleh pihak Ahmad Dhani untuk melakukan penghitungan suara ulang Pilkada Bupati Bekasi.
  4. Norma kesusilaan Netizen kembali diuji dengan pertunjukan #MakanMayit, karya makanan yang disajikan menyerupai janin bayi oleh Natasha Gabriella Tontey, seniman penggelar karya tersebut yang bertujuan ingin memulai diskusi tentang kanibalisme. Bahan makanan dari karya tersebut juga menggunakan ASI sehingga menuai protes dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Seorang pakar sosiolog mengamati bahwa kematangan berpikir dari masyarakat diperlukan untuk menerima bentuk-bentuk seni. ”Contohnya Beauty and the Beast, pernahkan ada yang berpikir bahwa itu akan memulai diskusi tentang beastiality antara gadis belia dengan kerbau?”, ujarnya.
  5. Millenials dikabarkan girang dengan berita kembalinya Nokia 3310 Reborn di pasar ponsel Indonesia. Ditanyakan pendapatnya, seorang millenial jomblo di Jakarta berkata, “Iya, gue seneng dengan ponsel ini karena ga ada lagi tuh kalau di smartphone kejengkelan pesan Whatsapp gue di-read doang tapi ga dibales”.

Sekian rekap berita minggu lalu dari #HidungFika; enduslah tulisan ini dengan akal dan humor yang sehat.

Like what you read? Give Fika Fawzia a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.