Memaafkan dan memberi kesempatan lagi pada orang yang dengan jelas jelas menyakitimu dan melakukan kesalahan besar bukanlah sesuatu hal yang bodoh. Bagiku, ia adalah caraku untuk tunduk pada Tuhan dan berbuat baik pada sesama. Bagaimana kau bisa dengan sombongnya tidak memaafkan seseorang yang berbuat salah padamu, sedang Tuhan Maha Mengampuni hambanya. Bukan kah hidup itu perihal “nrimo ing pandum” atau menerima segala sesuatu yang telah di berikan kepada kita.


Karena suatu saat kau akan mengerti bahwa lebih baik menjadi abadi daripada hanya fana semata.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.