Menyerahlah

Embun, menetes perlahan.

Diantara dua kelopak mata.

Membasahi, ranting ranting rapuh terhempas luka.


Seorang pesakitan dan pecundang.

Menghelak nafas sedalam dalamnya.

Menarik paksa ingatan. Tersayat-


Mencoba berlari, tak bisa.

Terus mencoba, tak bisa.

Terus, terus, dan terus, tak bisa.


Seorang pesakitan dan pecundang.

Menghelak nafas lagi sedalam dalamnya.

Menarik paksa ingatan. Tersayat-


Setumpuk luka yang makin membiru.

Memaksanya untuk. Menyerahlah-

Yaa, aku menyerah.

Ucap dua bibir lebam seorang pesakitan dan pecundang


Yaa, aku menyerah.
Like what you read? Give Fikra Ahnaf a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.