Malam Kamis

Merogoh kantung celana bagian kanan. Tarik. Bukan, itu hanya rupiah koin dari pembayaran kembali. Coba cek kantung kiri. Nah ini, kunci kamar. Putar ke kiri sampai dua kali ketukan lalu dorong pintunya.

Klek! Lampu menyala. Merogoh kantung celana bagian kanan, kiri, dan belakang. Smartphone, dompet, koin, transkrip pembayaran uang elektronik, tapping card, dan beberapa lembar uang kertas bernominal kecil.

Meletakkan tas dibawah meja belajar. Membuka kemeja lalu membiarkan bertelanjang dada. Hari ini kisaran 22–25 derajat celsius mungkin, sangat panas mengingat sore sudah sangat lama dilalui. Menunggu badan yang mengering, balas satu per satu pesan singkat yang ada. Badan mulai di suhu normal, ambil handuk lalu mengenakannya seperti tudung memasuki kamar mandi.

Selesai membersihkan badan, kembali mengecek pesan singkat. Mengenakan pakaian santai untuk tidur. Menyetel kumpulan lagu di perangkat elektronik.

Membiarkan punggung mendarat di kasur secara perlahan. Mata memejam. Kaki berselonjor perlahan meregangkan urat-urat tegang setelah berjam-jam berkutat pada hal yang melelahkan. Hal yang fluktuatif sangat cepat. Terbang, hempas, dingin, panas, puas, kecewa.

Anehnya walau begitu, tersenyum menatap langit-langit.

Padahal lelah. Karena apa? Senang melakukannya. Mencinta itu membutakan, tapi tulus. Apapun itu. Rela berlelah lelah melakukan sesuatu apapun motivasinya, bagaimana cara kerjanya, dimana melakukannya, kapan memulainya, mengapa ini harus dilakukan dan siapa yang menjadi alasan mengapa harus menjalankan seperi ini.

Repetisi ini akan berjalan sampai kapan? Takkan usai.