Pertimbangan Untuk Pergi Ke Jepang di Desember 2017

Informasi yang lu tahu menentukan apa yang lu pikir mungkin dan tidak mungkin

Doutonbori in Osaka

Sebagai pembaca manga (One Piece, Gantz, Death Note, Shoot!, Bakuman, etc), gue selalu ingin pergi ke Jepang. Masalah utamanya adalah harga tiket yang gue pikir di luar budget gue. Awal 2017 lalu gue memasang daily alert di aplikasi Traveloka untuk memantau harga tiket dari Jakarta ke daerah Asia Timur. Setiap hari gue selalu dapat alert dan harga tiketnya selalu diatas 9jt-an.

“Wah, ngga masuk budget kalo segini mah”

Sekitar Oktober lalu, adek gue sempet bilang kalo ada kok penerbangan LCC yang murah ke daerah Korea Selatan (Asia Timur) yang murah dan berkisar di harga 2jt-an. Reaksi pertama gue:

Reaksi kedua gue, gue langsung cek Traveloka dan ternyata benar memang kalau beli-nya dari satu bulan lalu atau lebih, penerbangan ke Asia Timur relatif terjangkau. Garis besarnya, penerbangan LCC ke Jepang ada yang berkisar 2jt-an keatas dengan catatan: layover-nya lumayan lama (3–8jam) dan mendaratnya di Haneda (PS: coba cari yang keberangkatan dari Denpasar). Penerbangan full service kalo beruntung ada yang dari angka 3jt (banyaknya di 5jt-an keatas sih), dan direct flight pula. Sebagai ilustrasi, ini gue cek di tanggal 1 Januari 2018:

Harga tiket Jakarta-Tokyo menggunakan penerbangan LCC, satu bulan sebelum keberangkatan. Kebanyakan penerbangan LCC ada layover-nya yang lumayan signifikan. Tapi kalo beruntung banget, kadang ada yang direct flight juga.
Harga tiket Jakarta-Tokyo menggunakan penerbangan full service, satu bulan sebelum keberangkatan.
Tip: Anyway, harga tiket ini berubah-ubah. Coba cek https://www.skyscanner.net (gunakan mode show months) untuk mengetahui tanggal dimana harga tiket lebih murah dibandingkan tanggal lainnya.

Begitu gue sadar bahwa harga tiket ada di angka ini, kemungkinan untuk (akhirnya) pergi ke Jepang langsung terbuka. Gue langsung riset tentang rata-rata harga kamar hotel permalam dan biaya hidup dalam sehari. Hasil pengecekan gue:

  1. Harga kamar hotel relatif sedikit lebih mahal dengan kamar hotel di Singapore sebenarnya. Capsule hotel ada di angka sekitar IDR 700ribu permalam. Hotel “melati” ada yang diangka IDR800rb — 1.5jt. Hotel yang agak bagus ada diangka 2jt-an keatas. Hotel yang bagus banget, only sky is the limit.
  2. Taksi di Tokyo relatif mahal. Untungnya transportasi publiknya juara (asal lu kuat naik turun tangga metro aja)
  3. Harga makan relatif sama dengan makan di cafe di Jakarta. Makan + minum ada di angka IDR 150ribuan keatas. Makan super ekonomis macem onigiri beli di mini market bisa cuma IDR 60 ribuan.

Dengan mempertimbangkan angka-angka ini dan variabel lainnya (bisa cuti apa ngga, rencana keluarga kedepan gimana), akhirnya gue dapat kesimpulan: alright, this is doable. Sometimes later:

Me at Asakusa Area, Tokyo. The dude next to me doesn’t look happy.