Tangis & Amarah

You end up learning tons of stuffs by raising & observing your kid

Anak kecil kerap tiba-tiba marah dan menangis oleh hal-hal yang dianggap sepele oleh orang dewasa. Contohnya:

  • Disuapin makan, nangis
  • Udahan dulu nonton TV-nya, nangis
  • Keukeuh mau main hp tapi ngga dikasih, nangis
  • Pintu ditutup karena udahan dulu main di luar-nya, nangis

Tapi kalau lu cari benang merahnya dari hal-hal ini, lu bakal sadar satu hal: anak kecil mendadak menangis dan marah ketika sesuatu mendadak keluar jangkauan dan kontrol mereka. Lucunya, kalau lu pikir lagi, hal ini juga terjadi pada orang dewasa: begitu sesuatu mendadak di luar jangkauan dan kontrol kita, kita stress lalu menangis atau marah.

Kalau masih di dalam kontrol kita mah ya kalem-kalem aja.


Kalem aja, cuma mendung dikit (15 menit kemudian hujan deras dan papan reklame rubuh)

Ini menjelaskan kenapa hal yang sama disikapi berbeda oleh orang yang berbeda. Karena kemampuan dan persepsi atas kontrolnya berbeda. Gue suka kagum dengan orang-orang yang tetap tenang meskipun sedang dalam kondisi genting. A total shit storm happens, but this person just slay it like it’s a melting cheese. Mungkin karena dia merasa semuanya tetap dalam kendali dia. Atau dia percaya, in some ways, semuanya akan reda dan semuanya akan terkendali lagi.

Just give it some time.

Like what you read? Give Fikri Rasyid a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.