BYAR

Aku merasa sangat sedih dan takut tapi tidak ada yang bisa kulakukan untuk mengurangi emosi ini. Aku tahu kapasitas diri dan itu bukan tanggung jawabku tapi berhubung dengan aku dan keluarga tersayang. Banyak yang kulupakan sekarang sampai prioritas nomor sekian menuntut aku untuk memberi perhatian pada mereka, aku minta pengertian tapi itu artinya aku jadi egois. Aku harusnya bekerja sesuai harapan orang yang mendukungku, tapi orang yang mendukungku sedang dilanda masalah lalu tidak ada yang bisa kulakukan. Sampai akhirnya aku jadi sedih dan takut, diam-diam kecewa dengan yang di atas. Astagfirullah. Kembali belajar bersyukur tapi aku lelah, mungkin butuh waktu untuk mengerti semuanya. Mereka kasihan sekali, terus aku bisa apa di sini. Apa yang bisa kulakukan, melakukan yang terbaik sebagai mahasiswa, kemarin punya harapan tiba-tiba detik ini rasanya kandas. Capek sekali, tapi yang lebih capek mereka-mereka dan mungkin kalian. Ingin menangis dulu deh siapa tau jadi lebih ringan. Semangat ya semuanya aku sayang kalian, aku akan lebih serius.

Di tunggu kabar baiknya, dari aku.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.