Meluangkan 69% dalam Ponsel


ia butuh 69% baterai untuk menghabiskan seluruh luka yang ia punya. berasal dari gedung-gedung tinggi di dalam kepala. tidak ada kopi, katanya. seluruh hal menjadi tiba-tiba asam meski bukan berasal dari lambung yang cedera dipenuhi asap atau api makanan cepat saji. kamera terlalu asing bagi waktu yang terasa tak bergerak, bahkan ketika tubuhnya tertinggal jauh di belakang. seperti bandara.

pesawat telah lama pergi meninggalkan lintasan jadwal ucapan selamat datang, menjadi kapal-kapal jauh yang hanya tersisa titik di bawah tanda tanya dalam sebuah garis lurus yang sama. tidak ada yang lebih panjang, kecuali masa depan milik kenangan.

jendela menggaris langit menjadi beberapa bagian tak sama besar, memotong pohon-pohon tanpa harus jatuh atau tumbang. matahari berada di kotak tengah paling utara, menutup sebagian wajahnya dari sebagian lain yang tertutup poni miring yang rambutnya kenakan.

matahari itu tiba-tiba berpindah ke dalam matanya. menjadi warna hijau. di tiap-tiap huruf kalimatnya yang serupa lift apartemen bergerak: memeluk masa lampau yang kehilangan jeda.

menjelma lirik-lirik lagu paling sedih, paling tidak masuk akal menangkal warna jingga di dalamnya.

— 2016

Like what you read? Give Fina Lanahdiana a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.