Pada Suatu Hari Hujan


hujan melubangi batu
sebagaimana perasaan
telah berubah jadi ruang
memilih tempat untuk jeda
kesepian
merangkai suara-suara ‘aku’ dan ‘hanya’
tidak seorang pun di dalamnya.

segalanya memang tampak jauh di bawah hujan
lampu-lampu yang kedinginan
rabun sisa-sisa kenangan
tentang hangat yang gagal
memecah cangkang
segenap lupa yang tumbuh rimbun
membelokkan sinar lurus
menuju ingatan. lampau.

katak bernyanyi terdengar sebagai ejekan
tak lekas berganti baju
selepas mandi. gigil.

seseorang melongok ke dalam
barangkali ada yang bisa
dijadikannya alasan
berterus terang atas kebohongan
yang lahir sebagai kekosongan
atas nama hari hujan

— 2016

Like what you read? Give Fina Lanahdiana a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.