Perihal Anak-anak dan Hari yang Ingin Diingat

Masa kanak menyimpan cerita yang aneh-aneh, kadang lucu, bikin gemas, bahkan jengkel sebab tidak bisa berbuat banyak. Aku menghabiskan buku “Kupu-kupu Kematian” dengan sekali duduk, tidak ingin diganggu siapa pun, dan dimulai halaman belakang: dengan alasan ingin lupa bahwa ada aku di dalamnya.

Seluruhnya berisi 16 cerita (15 penulis) dengan dua bagian berbeda. Bagian pertama berupa cerpen pilihan UNSA, dan bagian ke-dua kumpulan cerita bertema "Satu Hari yang Ingin Kuingat" hasil dari lomba cerpen tingkat pelajar/ mahasiswa yang juga diadakan UNSA.

Tidak bermaksud menilai atau melebih-lebihkan, sebagai pembaca, terus terang aku menyukainya. Cerita-cerita di dalamnya, meskipun tidak bisa dipukul rata, dipenuhi dengan luka seolah manusia tumbuh untuk saling melempar peran tak baik bagi sesamanya sebagai korban. Tidak jarang dingin, terkesan sadis. Benar-benar sakit. Membikin nyeri.

Cerpen-cerpen itu antara lain:

1. Kupu-kupu Kematian
2. Angkasa
3. Singa Laut Pendongeng
4. Insomnia
5. Bau Mayat
6. Istana Boneka
7. Sihir Meja Makan
8. Buku Gambar Imo
9. Lembaran-lembaran Doa Apak
10. Helminthophobia
11. Ibu dan Kue Kutu
12. Selepas Dia Pergi
13. Demensia
14. Another Way
15. A Script
16. Dari Gadis di Bawah Remang

Aku tidak ingin banyak mengutip, sengaja. Dan memang malas berpanjang-panjang. Intinya sih, suka saja. Tidak ada yang lain-lain. Kalau kamu penasaran, bisa memesan ke penerbitnya.

Like what you read? Give Fina Lanahdiana a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.