Selamat Datang Rahasia

aku masuk terlalu jauh ke rumahmu. dan tersesat. kau tak menyediakan apa pun untuk bisa kumakan. di atas meja. tidak juga televisi yang menyala dengan segenap iklan membosankan — yang tak lebih sekadar busa sabun tiap-tiap aku mencuci pakaian . atau drama murahan yang kadang-kadang terlalu sering berisi adegan tabrakan untuk sekadar alasan perkenalan— meski aku tak lapar dan butuh hiburan.

seluruhnya hanya kosong. tidak ada kau di dalamnya — tentu saja — kau sedang berada di luar. menghibur seluruh hal yang memaksa kau menjadi teman bermain. mungkin lampu-lampu telah menyiapkan perayaan kecil kebohongan. biru. dengan kartu, atau catur yang selalu berakhir seri — gagal menunjuk siapa lebih hebat dari siapa.

telingaku mendadak tuli oleh ketukan pintu. kau. aku tahu tanpa mesti bertanya. ini rumahmu. aku sebagai tamu yang sedang berkunjung. meskipun pura-pura.

seluruh langit berwarna sama. kau meminjam jam tangan yang lenganku kenakan.

aku sedang bermain-main, katamu. pergi. ini hanya mimpi. ini hanya mimpi. aku hanya tokoh cerita yang gemar menjadikanmu memar. katamu lagi.

selamat bersenang-senang, rahasia. semoga kau panjang umur dan sehat selalu. meskipun bersama seseorang yang tidak lagi ingin aku bertahan lebih lama di dalamnya.

— oktober yang bahagia meskipun selalu dingin. tidak masalah, masih ada kopi.