Kisah di Rumah-rumah
Setiap rumah punya kisah spesifik, tentang orang-orang yang hidup di dalamnya. Kisah-kisah yang ia sembunyikan di antara kolom-kolom, di balik cat atau tertutup plafon, terselip di antara bata-bata yang tertutup rapat oleh semen, di lubang kunci, di sela ubin, di helai-helai daun pada tanaman yang orang-orang itu siram setiap hari. Cerita tentang pertengkaran pasangan, tentang ibu yang sedih karena anaknya sulit makan sayur atau tidak mau tidur siang, atau tawa-tawa garing dari acara humor waktu sahur.
Saya sering sekali tanpa sadar mempersonifikasi benda-benda mati seakan mereka hidup dan berperasaan. Saya dulu sedih ketika mobil orangtua saya dijual atau harus pindah rumah. Kemungkinan bahwa memori-memori dan kejadian yang ada di mobil dan di rumah itu akan hilang, dulu terasa tidak tertahankan. Bahkan sampai sekarang, saya masih sedih mendengar cerita tentang rumah-rumah yang dihancurkan paksa dan orang-orang di dalamnya diusir pergi. Betapa banyak kisah yang harus hilang, betapa saya yakini bahwa genosida terhadap kehidupan sehari-hari yang sederhana itu harganya tidak akan sepadan dengan apapun.
Rumah-rumah, apalagi yang organik, adalah sebuah karya seni. Mereka mengekspresikan karakter, emosi, bahkan sejarah dan kisah hidup manusia. Kampung kota adalah sebuah pameran heterogenitas dari pengetahuan dan memori kolektif. Tanpa kita sadari, kota sesungguhnya adalah sebuah panggung seni yang sangat besar dan festival yang meriah.
Mengutip salah satu poster terkenal ketika pemberontakan 1968 di Paris, “la beaute est dans la rue”, dan Lefebvre yang percaya keheterogenan dan perbedaan yang datang dari apa yang orang-orang lakukan, rasakan, dan datangi dalam sebuah heterotopia; “long live the city!”
Banyak hal yang bisa kamu dapatkan ketika berjalan kaki, selain catcalls tentu saja, misalnya revelasi dan ide yang tiba-tiba saja muncul dari objek dan kejadian yang kamu temui di jalan. Ya, salah satunya rumah ini.
Further reading: 1976 John Turner’s Housing by People
Foto: rumah sebuah keluarga di Pandega Wreksa, entah siapa.
