Ingin merubah mindset orang Indonesia tentang harga

Karena orang Indonesia, sangat suka dengan GRATIS!

Iya, serius.

Mari kita berdasarkan pengalaman pribadi dulu, kita ambil contoh yang paling sederhana berdasarkan kegiatan sehari-hari: Denger musik.

Untuk denger musik sangat gampang, kalau ada internet tinggal buka Youtube atau Soundcloud

Kalau mau denger lagu secara offline, tinggal buka google lalu mengetik Download lagu _____ gratis.

Pengen streaming lagu secara legal, kalau mau freemium: Spotify atau Joox. Kalau mau legal tapi gratis: Youtube.

Legal, gratis, pengen didenger offline: Pakai youtube downloader.

Hanya beberapa orang dari orang Indonesia yang ingin mengeluarkan sekian rupiah, untuk berlangganan streaming musik. Dan juga hanya beberapa orang yang mau denger musik secara offline tanpa berlangganan yaitu beli di Itunes.

Iya, hanya beberapa. Mungkin dari sepuluh orang, yaa tiga orang itu.

Kenapa? Karena kita suka dengan ‘kata’ gratis.

Kita cenderung lebih menyukai layanan yang kita bayar dengan melihat iklan dan atau mengakses informasi pribadi kita — atau juga menjual informasi kita ke pihak ketiga — daripada untuk membayar dengan uang.

Sekarang zaman nya berlangganan sih, bukan sekali beli!

Yakin kalau sekali beli, bakal di beli?

Adobe Photoshop nya hasil crack enggak? Windows? Office? Bukan hasil crack? Berarti kamu termasuk dari ‘beberapa’ orang tersebut.

Terus itu ngapain install µtorrent hayo?


Gue abis akses situs ini layanan bookmarking online, yang kalau daftar harus bayar $11 per-tahun, terus gue mikir kalau buat orang Indonesia, bakal ada yang daftar enggak ya?

Layanan itu enggak menampilkan iklan, dan juga sangat menghargai privasi. Menurut gue harga yang worthed untuk di bandingkan dengan iklan & privasi selama setahun.

Lalu, gue juga buka situs ini. Layanan yang memberikan kita ‘motivasi’ untuk mencapai goals kita sesuai deadline, kalau lewat dari deadline? Kita harus bayar sekian dolar, sebanyak yang telah kita janjikan sebelum nya.

Dan pertanyaan yang sama masih gue tanyakan juga.


Lalu, bagaimana ya solusi nya?

Sejauh yang gue pelajari, kita — orang Indonesia — suka dengan layanan Freemium. Fitur gratis, kalau mau nambah ya harus bayar.

Bisa dilihat dari merchant di Bukalapak atau Tokopedia, yang upgrade membership, meskipun kita bisa menjual di platform mereka.

Bisa dilihat dari pengguna Joox di Indonesia, yang lebih suka daily share demi mendapatkan akses premium sehari.

Dan bisa dilihat juga dari pengguna yang suka baca berita, dan memasang ekstensi Adblock. Kalau dia buka situs Forbes, pasti dia meng-whitelisted kan situs Forbes.


Dari yang gue pelajari, gue bisa mensimpulkan, bahawasan nya ‘mungkin’ orang Indonesia kurang pengetahuan akan penting nya privasi, data pribadi, dan juga iklan.

Dan juga masih kurang bisa menghargai harga dari suatu produk.

Mungkin point-point tersebut, bisa di edukasikan ke pengguna Internet di Indonesia, dengan:

  • Pengetahuan akan Privasi dan Penjualan informasi sensitif
  • Pengetahuan akan Internet dan Teknologi nya secara advance. Jangan teknis nya juga sih, ya paling pengetahuan tentang apa itu Cookie, cara kerja nya, dll juga udah lumayan cukup
  • Menghargai suatu produk/layanan yang telah di buat
  • Yang pasti nya: Menghilangkan dogma bahwasan nya free enggak selalu bermakna gratis.

Dengan itu, gue akan mencoba ber-eksperimen dengan orang Indonesia, nyoba buat mvp simpel aja. Tentang…. yang akan gue share nanti. Fokus gue, ke:

  • Layanan edukasi, Freemium
  • Produktivitas, Premium

Dan gue harap sih bisa mengubah mindset itu sedikit-sedikit. Kutipan favorit gue tentang Free enggak selalu gratis adalah kutipan nya dari Automattic yaitu sang pengembang platform open source bernama Wordpress:

We don’t make software for free, we make it for freedom.
Automattic

Wordpress itu free dan open source. Setiap orang bebas menggunakan Wordpress untuk keperluan komersial maupun pribadi. Ada harga yang dibayar? Tentu. Kalau kita ingin menggunakan Wordpress, menggunakan layanan mereka (wordpress.com).

Imbas nya untuk wordpress.com dan kita apa, bila kita menggunakan nya secara gratis?

  • Kalau pake wordpress.com secara gratis, situs/blog kita akan menampilkan iklan dari wordpress. Setimpal.
  • Kalau mau gratis dan enggak mau nampilin iklan dari wordpress, ya kita pasang wordpress sendiri — kita instalasi sendiri, kita pelihara sendiri, dll — Setimpal.

Bagaimana menurut anda?