Shutdown dari Sosial Media & Baca berita

Karena waktu anda lebih berharga ketimbang scroll browser

Akhirnya gue udah bisa menyembuhkan diri dari ‘kecanduan’ bermain sosial media. Kita semua tau, sosial media hanya untung bersenang-senang, dan pembunuh nomor satu untuk produktivitas. Terlebih untuk seorang Freelancer, dan juga pekerja remote.

Gue hampir punya akun di setiap sosial media yang ada di Internet. Karena tujuan dari dibuatnya sosial media adalah untuk mengetahui kabar/informasi. Entah itu kabar teman kita tentang apa yang sedang mereka rasakan/pikirkan, mereka membaca berita apa, dan lain-lain.

Pertanyaan nya: Apakah semua itu penting untuk ‘kita’?

Gue bukan seorang yang anti-sosial, yang enggak mau tau kabar dari seorang teman, atau seseorang yang enggak mau mengikuti informasi yang di-beritakan oleh media.

Pertanyaan nya: Apakah semua itu penting untuk ‘kita’?

Setelah kita membaca status dari seorang teman, dan memberikan like atau komentar, impact nya untuk gue dan dia apa?

Banyak-banyak Like atau Komentar?

Terus juga setelah kita membaca suatu berita, impact nya untuk kita apa? Pas nulis paragraf ini, gue buka situs detik.com. Terus dapet headline tentang: ‘Jemput Bola’, Petugas TPS Datangi Pemilih Sakit di Pulau Pramuka. Silahkan dibaca, terus udah di baca mau diapain lagi?

Di share? Pihak media dapet traffik? Dan tentunya Adsense?

Gue juga suka bersosial media, gue masih main Twitter, Instagram, dan Devrant. Baca berita juga gue masih, gue buka dari HackerNews, TechInAsia, e27, dan lain-lain.

Dan gue bener-bener off dari Facebook. Buka Twitter juga kalau lagi pengen, kadang kalau tweet via desktop — cuma bisa tweet — Paling kalau ngetweet juga, biasanya kalau liat judul tulisan— diluar medium — dan belum bisa gue baca sekarang. Kalau menarik, gue tweet. Kalau penting, gue Save ke Instapaper.


Okay, kita belum dapet arah dari tulisan ini.

Intinya, gue shutdown dari Sosial Media. Yang namanya ‘shutdown’ bisa di ‘Turn On’ lagi dong, haha. Tapi enggak untuk Facebook, ibarat kalau di UNIX-based terminal udah gue:

sudo rm -rf facebook — no-preserve-root

Dan setelah gue melakukan ini, produktivitas gue lumayan naik hampir 70%.

Ngoding bisa 4+ jam per-hari — dari yang biasanya 3 jam perhari, 2 jam ngoding, sejam facebookan haha — Dan juga bisa diukur dari Karma di Todoist gue.

Terus, gimana cara gue me-manage diri dari Internet ini?

Suka baca berita, mending Subscribe Newsletter

Okay, ini teknik jadul. Di zaman sekarang kebanyakan jarang main email. Apalagi setelah datang nya aplikasi Slack, yang katanya pembunuh email. Tapi enggak buat gue, gue tipe orang yang bangun tidur langsung cek email.

Liat tulisan baru dari newsletter yang gue submit, liat job vacancy di Upwork, dan lain-lain. Dan situs berita yang gue subscribe cuma Medium.

Eh, Medium situs berita generated by user kan?

There is no productivity in Social Media

Yups. Walaupun lo pakai Buffer, Hootsuite, dll demi alasan “Produktivitas”, emang produktif dimana nya? Share sekali klik langsung ke share di Facebook, Twitter, Pinterest, VK, Stumbleupon, Reddit, dll?

Nobody cares you

Nah ini yang bikin serem. Siapa Peduli? Lo bikin status tentang lo galau lah, apa lah, dll. Apakah sebuah like, retweet, dll dari temen lo ngaruh buat lo? Komentar yang dia kasih ke lo, menyelesaikan masalah lo?

Atau, status/tweet lo gak ada yang respon? Hmmmm

You are nothing

Untuk situs media, lo cuma dijadikan seseorang yang membawa traffik. Seseorang yang ber-potensi melihat iklan di situs media tersebut (in case you have no Adblocker in your browser :p).

Begitupula dengan sosial media, dan juga pembunuh privasi.

Okay, ini berlebihan tentang pembunuh privasi.


Alternativeto Social Media

Buat lo yang mau cari alternatif dari sosial media adalah platform messaging. Iya, kalau lo niat pengen tau kabar dari temen lo, dll kirim aja pesan ke mereka.

Kalau baik-baik aja dan lo pengen berinteraksi, temuin.

Kalau ternyata sedang sakit, jenguk. Enggak bisa jenguk? Doain!

Bukan doa di platform ya, hahaha.

Alternativeto Baca Berita

Membaca emang penting, pepatah arab mengatakan Sebaik-baiknya teman duduk adalah buku. Nyambung nya? Iya, buku dibaca. Berita juga dibaca. Berita itu sifat nya sementara, lo baca berita hari ini, belum tentu yang lo baca akan sama di hari esok.


Biasanya kita baca berita biar keliatan ‘keren’. Tau berbagai informasi aktual, dan dicap rajin membaca. Impact nya? Lo keliatan keren, dan lo dinilai rajin membaca.

Biasanya kita ber-sosial media biar ‘kekinian’. Tau tren yang sedang terjadi, pamer sesuatu, dll. Impact nya? Lo (katanya) nge-hits, narsis, dan pamer :p


Kesimpulan

Enggak ada. Ini cuma tulisan penunggu azan dzuhur aja. Inti nya gue mulai stop bermain sosial media (atau lebih spesifik nya bermain facebook). Dan juga baca berita.

Gue paling liat judul aja dari RSS yang gue subscribe. Menarik? Baca. Enggak menarik? Ya gak usah.

Gue pakai plugin Go Fucking Work untuk menghindari gue dari membuka situs-situs yang bikin terlena.

Jadi, udah update status dan baca berita apa nih hari ini?

Tulisan ini juga ada di blog gue: https://userlabs.co.id/shutdown-dari-sosial-media-baca-berita/