Merangkul Lamunan
Aug 31, 2018 · 1 min read
Ramai itu menjelma bagai asa yang tak kucapai.
Hay, ucap lambaian angin sore dipehungjung petang. Menyapa tubuh-tubuh yang terduduk pada latar kedai sudut kota.
Matahari merangkak menuju barat
Memikul pikiran yang mulai jenuh
Pundak ini tak merasa berat
Wajah lesu menunduk Melamun
Terbenak angan untuk menepi
Kenapa hanya terfikir tidak terjamah, bayang bulan tampak jelas di sore itu. Mengkhawatirkan janjimu pada waktu
