Jul 24, 2017 · 1 min read
Ada sebuah adagium berisi: "Sejarahlah yang membangun negeri".
Apa kabar Indonesia hari ini? Identitas masih sulit diidentifikasi. Sebab sejarah dimaknai tanpa arti. Semenjak kecil dijejali doktrin-doktrin khas rezim yang tak pernah ingin mati.
Menjadi pemuda pantasnya bangga, berbekal sepiring idealisme bisa mencaci maki sana-sini. Mengutuki siapa bangsanya hingga mengumpat ketertinggalan ekonomi.
Kawan, apakah kita pemuda yang seperti itu? Berdiam diri membiarkan lebih dari seabad eksistensi Sumpah Pemuda berakhir hanya formalitas dan ajang seremonial yang dibiarkan lalu. .
.
Kata orang bijak pemudalah calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Kawan, Indonesia menanti karya-karya kita, lantas apa yang kita tunggu sekarang
