My Changer of Mind

Great job, setelah berbulan-bulan menata konsep dan akhirnya final juga

If I have a time to go back, I will tell this experience ..

Aku selalu percaya jika semua yang aku laluin hingga detik ini adalah sebuah skenario yang memang harus aku jalankan dan aku lalui. Terlepas dari 2 komponen lawan yang kita lalui dalam hidup yaitu kepahitan dan kebahagiaan, bagiku semua hal itu membahagiakan meskipun tidak bisa dipungkiri setiap detik kita mengalami hal dalam waktu yang sama atau bahkan silih berganti ..

Bahkan untuk bertemu mereka, mungkin memang sudah jalannya. Daun jatuh dari pohonnya mengikuti alur gravitasi saja tidak terlepas dari cerita-Nya. Apalagi kehidupan ?

It’s memorable. Aku menyebutnya sebuah keberuntungan bisa menjadi salah satu dari tim ini, melainkan 4 primata manja yang lain sudah ahli di bidangnya masing-masing. Untuk lomba tingkat nasional kali ini, tanggung jawabku adalah menata konten yang akan dimuat dalam majalah. Lomba kami bertema Majalah Digital, yakni mengangkat isu-isu yang menarik tetapi dikemas dalam konsep website.

Perasaan pertama kali menjadi bagian dari tim ini adalah terkesan. Karena latar belakang teman-temanku sangat luar biasa hingga salah satu dari kami sudah menjadi andalan sekolah dalam bidang website.

Aku masih ingat konten yang kami angkat memang jarang dan unik, kami membahas tentang wonderful Indonesia, rumah singgah dan beberapa hal-hal kemanusiaan yang lain diluar bahasan tentang teknologi.

Hingga kami lolos 25 besar dari satu Indonesia dan berjuang untuk adu diplomasi to be a winner. Yang menjadi tombak diplomasi saat itu adalah aku. Dan aku sangat percaya diri karena dorongan dari timku selain konten dan website kami yang memang sangat luar biasa. That’s right, salah satu dari Juri sangat tertarik dan memberikan kami domain gratis sekaligus merekrut kami di perusahaannya. Dalam ingatanku, saat itu aku tak bisa berkata apa-apa selain mengekspresikannya dalam kegembiraan dan raut wajah yang tak henti-hentinya bersinar. Usaha kami selama berbulan-bulan untuk menggodok majalah ini tidak lah sia-sia ..

Tapi, yang ingin aku tekankan disini adalah bagaimana diantara kami saling memberikan social value satu sama lain. Dan takdirnya aku satu-satunya perempuan diantara 4 laki-laki yang seumur hidupku akan aku anggap hebat.

Dari tim ini aku belajar, jika mimpi dan mengenali diri sendiri itu adalah jalan untuk membuat kita hebat. Ketika aku bertanya-tanya mengapa ilmuwan bisa menganalisa dunia walaupun dalam keterbatasan ilmu, tetapi dari tim ini aku memperoleh jawaban jika “think different”-lah yang menjadikan kita berbeda.

“Jika dalam sebuah idiom kreatif kita tidak bisa menjadi terbaik, jadilah yang pertama, jika tidak bisa menjadi yang pertama, jadilah yang berbeda”
Hal ini yang akan aku simpan dalam buku perjalananku yang sederhananya kita menyebut memori.

Dari pribadi pribadi yang aku anggap teman dalam kesenangan saja, ternyata aku menemukan arti hidup yang sebenarnya. Well, memang waktu berjalan cepat, dan kami semua hidup dalam jalan masing-masing. Dan aku percaya jika manusia memang punya tujuan dan urusan masing-masing yang pada awalnya kita berkumpul untuk sebuah kepentingan yang sama.

Sampai saat ini aku masih mengagumi kalian, cara berpikir kalian, dan mempertahankan idealisme dengan standar yang tinggi dalam berkarya. Meskipun untuk saat ini secara prestasi aku tertinggal jauh dari kalian yang udah melalang buana ke negeri orang.

Tapi , pertemuan itu bagiku tetap berharganya jika masing-masing dari kita tetap berkarya dengan kemampuan kita masing-masing

-UnoMagazine-

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Fioriza Syahdana Yulmi’s story.