Untuk Pemilik Desember; Penggalan Rindu Yang Belum Selesai

**********************************

Kau mungkin tak percaya, bagiku ini adalah sebuah kemustahilan yang mengada-ngada. Kau mampu membuatku banyak menghabiskan waktu didepan layar telepon genggam, melihat deretan angka yang dulunya pernah menjadi sebuah notifikasi yang kutunggu-tunggu, menatap sebuah wajah bulat telur yang dulunya sangat kuyakin;

"Tuhan, aku menemukannya!"

Bagaimana?
Bukan.
Maksudku, bagaimana kabar hari ini?
Koruptor masih sibuk bersembunyi, Mata uang negara melemah di pasar bursa, Ibu sibuk berusaha memotong ikan, penjahat ada dimana-mana. Dan kau masih saja sebuah buku yang tak pernah ingin kubaca, sebab seseorang telah membuka dan membaca halaman ketiga.

Beri aku sejenak keheningan di Jakarta. Dan aku akan merindukanmu lebih banyak dari ini — meski sebenarnya rindu ini pun sudah cukup untuk membuat satu kota kehilangan rasa. Andai kau tahu, dalam masa-masa yang membuat kita perlahan memudar dan kehilangan ingatan tiba-tiba. Kau selalu menjadi sosok yang aku yakini tak akan pernah pergi. Tak akan pernah.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Inaqi Kalingga’s story.