Kekasih, hari ini kau berulang tahun dan sebagai hadiahnya aku memberikan sebuah puisi untukmu. Puisi ini, hanya kau yang mampu memahami tiap bait dan barisnya. Ketika menulis ini aku menitipkan doa pada tuhan agar selalu saja aku memperoleh kabar baik darimu. Semoga saja begitu, kekasih.

Sebelum kau membacanya, aku meminta maaf kalau puisi ini tidak sebagus puisi yang ditulis penyair kesukaanmu. Semoga, kekasih kau meyukai puisi yang kutulis saat hari ulang tahunmu ini.

Tidak ada puisi

yang lebih indah dari senyummu.

Tidak ada puisi

yang mampu kutulis

hanya ada cinta dan perasaan yang tidak bisa

kuluapkan selama ini.

Seperti gelombang yang ditahan untuk menghambur

ke bibir pantai

Bagimu, cinta

adalah perkara menjatuhkan hati pada siapa.

Tidak bagiku,

bagiku, mencintaimu

haruslah dengan pikiran dan perasaan.

dan padamu,

hanya satu-satunya yang membuatku begitu.

Aku membayangkan sebuah foto,

dan kau ada di dalamnya.

memajang senyuman terbaikmu

sambil matamu mencari cara memandang terbaik

agar fotonya terlihat sempurna.

Kesempuraan adalah keniscayaan

kekasih.

Kau tidak akan menemukan

sebuah kesempurnaan pada apapun.

Tapi, bagiku. tuhan telah menciptakanmu dan cinta

dengan sangat sempurna.

Kekasih.

Di foto itu,

senyummu abadi

dan cintaku

sama.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Firdaus Adiannur’s story.