Kadang

kadang iri dengan anak lembu yang dungu
hanya tahu berlarian di ujung sore
lalu menyusu pada ibunya
namun, adakah dia pernah mengeluh?

kadang segan dengan ilalang yang lemah
yang tak bisa menghidupi diri
tersibak oleh angin, terinjak oleh dahan
bukankah matinya dia tetap memberi manfaat?

kadang membisu di depan air yang kotor
mengalir di celah-celah sempit batu kali
dari kali menuju laut, lalu hilang bagai kabut
siapakah yang lebih tabah daripadanya?

masih saja kumaknai hidup dengan tidak sederhana
dengan keunggulan budi, kekuatan raga juga kesucian hati
inginku menyamar jadi anak lembu, ilalang dan air
menjadi tidak berarti, menjadi berarti

ditulis di duapertiga juli 2018.