Idul Fitri : Dari Yatim Untuk Yatim

Indonesia adalah negara yang bisa di bilang padat akan penduduknya, terutama di kota-kota besar. Dengan jumlah penduduk yang sangat padat itu, Indonesia banyak mengalami masalah sosial. Masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur- unsur kebudayaan atau masyarakat, yang nantinya membahayakan kelompok sosial. Masalah sosial muncul lewat terjadinya perbedaan mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realitas yang ada, contohnya kemiskinan yang lahir lewat rahim ekonomi.

Di zaman global ini, ketika keagungan teknologi dan industri menjadi tuhan, banyak masyarakat yang tenggelam dalam lautan untung rugi. Jiwa kompetitif yang di tanamkan dalam masyarakat menjadikan mereka saling menendang satu sama lain. Akibatnya sebagian masyarakat terjebak dalam kemiskinan. Menurut Friedmann, kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk mengakumulasikan basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial meliputi (tidak terbatas pada) modal yang produktif atau akses terhadap tanah, perumahan, peralatan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Kini kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalam masyarakat sudah menciptakan garis-garis pembatas atau tingkatan. Sehingga terjadi kejanggalan atau batas pemisah dalam interaksi atau komunikasi antara orang yang berada di tingkatan bawah atau diatasnya.

Di hari yang penuh fitrah ini atau di kenal oleh Islam dengan Idul Fitri, sebagian besar kaum yang kurang mampu mulai mempertanyakan bagaimana mereka bisa merasa senang di hari Idul Fitri. Apalagi banyak anekdot muncul seperti "lebaran serba baru", sementara mereka tidak mampu untuk memenuhi paksaan dari sistem sosial itu. Sejatinya itu menjadi masalah utama kehidupan mereka khususnya di hari yang fitrah ini.

Orang-orang kelas bawah dan menengah mulai khawatir tentang Idul Fitri. Masalahnya, pengeluaran sebelumnya di bulan Ramadan sudah sangat menguras kantong. Mereka menyambut Idul Fitri dengan perasaan takut, bukan kebahagiaan seperti yang seharusnya. Sementara Idul Fitri adalah hari raya keagamaan penting.

Islam mengarahkan umatnya untuk menyumbangkan dan membantu orang yang tidak mampu secara ekonomi dan kesehatan. Tetapi sebagian masyarakat mengabaikan hal tersebut. Mereka cenderung lupa bahwa zakat dan sedekah adalah aspek yang sangat penting dari bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Bagi kebanyakan orang, Idul Fitri adalah hari libur nasional. Orang lebih peduli tentang bagaimana untuk tampil trendi dengan baju baru, kaum wanitanya lebih sibuk mempersiapkan hidangan yang paling lezat dan mewah, sementara anak-anak dididik untuk berlomba- lomba mendapatkan uang lebaran dalam jumlah besar.

Ketika kemiskinan menjadi masalah sosial, berarti kita harus peka terhadap mereka. Karena kita adalah makhluk sosial.

Yang jadi pertanyaan sekarang. Sudahkah kita membantu mereka yang terjebak dalam kemiskinan? Sudahkan kita membuat mereka senang seperti kesenangan yang kita rasakan?

Jawabannya cari sendiri.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.