Jadi Manusia Tidak Enak

Lagi dan lagi, malam menghayal hingga datangnya pagi. Merenung pada ukiran langit yang belum jelas kapan akan bangkit.

Tanganku seakan menggenggam sesuatu, sesuatu yang ditemukan dari gerumunan eja hingga menyatu pada tanda-tanda.

Apakah ini yang disebut tanggung jawab?
Menggantung harapan demi menciptakan perubahan, atau munafik atas jurang penghargaan.

Sulit demi sulit menjadi tanda tanya berparas lugu, atas apa yang disebut kolot dan kaku.

Sumpah aku bingung.
Bingung tentang kalimat adil
Bingung tentang sesuatu yang kerdil
Bingung tentang dunia yang sedang hamil
Semua menjadi bingung dan tak ada hasil

Bagaimana bila langkah yang ku pinang tak mengubah
Hanya melekat tingkah gegaba
Dengan goresan yang tak seberapa
Hingga akhirnya tak mengubah apa-apa.

Janganlah mengikutiku,
Jejak yang ku buat munafik
Jalan yang ku lewati mencekik
Dengan bayangan langkah yang mistik
Dan semua itu tidak asik.

Mungkin aku hanya bisa berharap.
Berharap bahwa semua yang ku lakukan semata-mata dongeng pencarian, mencari atas apa yang belum diberi nama dan apa yang belum diberi tanda.

Firman.
Rabu, 12 Oktober 2016.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.