by firmansyahekosaputro

Untuk pertama kalinya, aku membenci jarak.

Ah, hitungan baku ini tak bisa kutangisi, dan tak bisa aku hilangkan. Sebab, ia tercipta atas kehendak manis dari yang Maha Romantis.

Tapi, aku membencinya.

Aku membencinya, karena kata-kata tak cukup memulihkan seseorang yang sedang sakit di sana.

Aku membencinya, karena stiker di line tak benar-benar bisa memberi hangat untuk sebuah peluk.

Aku membencinya, karena ada rindu yang meneriakkan temu dengan hadir yang semu.

Dan aku ingin melawan jarak, ingin memenangkan rindu; yang duduk termangu di lingkar hitam kantung mataku.


firmansyahekosaputro, 31 Agustus 2018

    Firmansyah Eko Saputro

    Written by

    humoris tapi serius

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade