Bahan Ajar untuk Semua:

Pendidik mewujudkan pendidikan gratis dengan membagikan bahan ajar

Pada masa pandemi ini, pendidik dituntut mengajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal tersebut menuntut kreativitas para pendidik untuk memodifikasi bahan ajar yang sebelumnya sudah direncanakan dalam bentuk luring menjadi daring.

Dalam membuat bahan ajar yang menarik dan mudah dipahami siswa, diperlukan konten pendukung seperti foto, gambar, video, musik, dan buku. Untuk menemukan konten-konten tersebut, pendidik kerap berselancar di dunia maya. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua konten-konten yang ada di internet dengan bebas bisa kita gunakan, modifikasi, dan sebarkan kembali? Layaknya dalam bentuk fisik, konten-konten digital tersebut dilindungi oleh hak cipta yang mengharuskan siapa saja yang ingin menggunakan harus meminta izin agar tidak terkena pelanggaran hak cipta.

Kabar baiknya, sebelum pandemi ini melanda, sudah banyak pendidik dari seluruh dunia yang paham bahwa membagikan konten pendidikan sebagai pendukung bahan ajar akan dapat membantu memajukan pendidikan. Mereka pun meyakini bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia. Tidak hanya itu, mereka pun sadar akan ketimpangan pendidikan khususnya dalam kualitas bahan ajar di seluruh dunia. Hal tersebut diatasi dengan upaya berbagi bahan ajar dan melakukan urun daya bersama dalam mengembangkan konten pendidikan yang dapat digunakan, dibagikan oleh siapa saja baik murid maupun pendidik di seluruh dunia yang didukung dengan teknologi internet saat ini. Oleh para pemerhati pendidikan, konten tersebut sepakat untuk diistilahkan sebagai sumber pembelajaran terbuka (SPT) atau dalam bahasa inggrisnya “Open Educational Resources”.

IvanLanin, OER in Indonesian Sumber Pembelajaran Terbuka Logo, CC BY 3.0

Dengan menggunakan konten yang tergolong sebagai SPT, pendidik dapat dengan mudah membuat dan mengembangkan bahan ajar dan terbebas dari kekhawatiran terkait pelanggaran hak cipta. Dengan demikian, ketimpangan kualitas bahan ajar dapat teratasi. Selain itu, siswa juga dapat menggunakan/mengembangkan/membuat konten SPT untuk mengerjakan tugas, membuat bahan ajar sendiri dan pengayaan materi. Wujud konten SPT pun beragam mulai dari kursus penuh, materi kursus, modul, buku teks, video streaming, tes dan lainnya yang dapat digunakan, dikembangkan dan disebarkan secara legal untuk mendukung akses ke pengetahuan baik dalam bentuk digital maupun fisik.

Di Indonesia sendiri, Sumber Pembelajaran Terbuka sudah digaungkan oleh berbagai pihak, baik oleh lembaga internasional maupun nasional, seperti UNESCO, Creative Commons, SEAMOLEC, Kemendikbud, Universitas Terbuka, dan beberapa gerakan keterbukaan seperti Open Education, Open Access, dan Open Science. Namun, sayang sebagian besar masih dalam bahasa inggris. Agar konten SPT dalam bahasa Indonesia bertambah dan berkelanjutan sehingga dapat dimanfaatkan secara penuh, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran khususnya di kalangan pendidik mengenai semangat dan informasi terkait konten SPT yang terasa kurang populer agar pemanfaatan dan pembuatan konten SPT dalam bahasa Indonesia dapat bertambah dan berkelanjutan.

Untuk itu, Creative Commons Indonesia (CCID) akan mengadakan Pelatihan Daring: Sumber Pembelajaran Terbuka untuk Pendidik “Bahan Ajarku untuk Semua” pada tanggal 4–28 November 2020 dengan harapan para pendidik dapat memiliki kemampuan teknis dalam pemanfaatan dan pembuatan bahan ajar terbuka untuk diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun pembelajaran di kelas. Kemampuan ini juga meliputi pemahaman mendasar tentang Hak Cipta dan Lisensi Creative Commons sebagai lisensi terbuka. Di akhir pelatihan, peserta akan membuat OER sesuai bidangnya masing-masing dengan berbekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan. Tak lupa, peserta akan didampingi oleh mentor dan fasilitator yang telah mendapatkan sertifikasi dari Creative Commons HQ pada fokus bidang pendidikan.

Pendaftaran pelatihan ini dibuka hingga tanggal 30 Oktober 2020, bebas biaya dan terbuka untuk pendidik formal maupun informal di Indonesia. Jika kamu seorang dosen, guru, pelatih guru (teacher trainer), pengajar pada komunitas, pendidik homeschooling, ataupun pekerja sosial dan aparatur negara pada bidang pendidikan, pelatihan ini terbuka untuk kamu. Tempat terbatas hanya untuk 20 peserta. Seluruh peserta yang terpilih akan mendapatkan penggantian paket internet dan sertifikat elektronik. Tak lupa disediakan mini hibah 3 juta rupiah bagi 3 peserta terbaik.

Editor: Ano Jumisa

Open Movement enthusiast and book lovers