Last Promise part 2

Untuk pengaba tersayang semua pemain konser terakhir.


“Iffan, ISO 2012". Aku ingat banget saat pertama kali mendengar namanya, ketika pelantikanku ke dalam unit orchestra ITB. Beberapa kali dia menginterupsi angkatanku dan memberi beberapa komentar mengenai angkatanku ini. Kala itu aku mengira dia adalah orang yang menyeramkan, seperti stereotip beberapa orang di ITB terhadap mahasiswa FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan).

Terkadang first impression memang tidak akurat ya.

Setelah masuk ke dalam organisasi ini, banyak orang yang awalnya kusangka menyeramkan, malah seru. Salah satunya adalah kak Iffan ini. Setelah mengenal dia lebih lanjut, aku tau dia adalah mahasiswa Teknik Perminyakan 2012, dan aku baru tau saat itu kalo dia adalah ketua Mini Concert CISO 2012. Semakin sering aku ke sekre dan mendengar permainan Chopin’s Piano Concerto, dan mengakui bahwa kak Iffan sangat jago di dalam bermusik.

Maret 2016, saat-saat latihan dimulai. Dilatih oleh kak Modi, dan diaba oleh kak Iffan. Waktu itu cuma bisa kagum bahwa di tengah-tengah persiapan TA, kak Iffan masih bisa meluangkan waktu untuk mengaba, dan di dalam latihan itulah aku belajar melihat pengaba, karena sebelumnya aku ngga ngerti bagaimana melakukannya.

Juni 2016, kami mendengar kabar kelulusan kakak. Tentunya semua bahagia mendengar kabar kelulusan ini. Namun memang ada sedikit perasaan sedih karena tahu cepat atau lambat kakak akan segera meninggalkan Bandung untuk melanjutkan kehidupan pekerjaan/studi di luar. Kami pun mendengar kabar kakak yang ingin melanjutkan studi di Eropa. Pada waktu itu kakak berjanji bahwa konser 26 November kemaren adalah ucapan terimakasih kakak kepada ISO.

Mengaba pertama kali di PMB, anggap saja itu seperti latihan konser, dan semakin hari semakin mengerti bagaimana cara melihat pengaba. Di latihan konser inilah aku juga belajar untuk mengapresiasi lagu dengan menghayati setiap not yang ada. Ternyata kak Iffan juga belajar menghayati isi lagu dan emosinya, dan itu menjadi kunci kesuksesan konser kemarin.

26 November, semua orang dag-dig-dug menyiapkan konser ini, setelah latihan kurang lebih 7 bulan. Dengan senyuman, gestur, dan sedikit komat kamit kakak di depan kami mengikuti arahan selagi memainkan musik karya Felix Mendelssohn, Joe Hisaishi, dan beberapa karya lainnya. Salah satu lagu yang sangat ngga kusangka berhasil adalah Fisherman’s Horizon karya Nobuo Uematsu. Aku ingat banget betapa kakak pernah kecewa kepada sectionku, lowstrings, karena tidak berhasil membawa lagu ini kepada klimaks sampai perlu latihan tambahan. Tapi kemaren kita berhasil, kak :’)

Kak Iffan’s Last Bow in ISO, 2016

Pasca konser, aku kira awalnya kakak akan tetap di Bandung sampai awal Januari, tapi tau-tau denger kalo kakak akan pergi hari Sabtu setelah konser, hari aku menulis medium ini. Makanya semua pemain konser setuju untuk mengadakan perpisahan bersama kakak di sekre, yang syukurnya berhasil dilaksanakan hari Jumat kemaren.


Bincang-bincang terakhir bersama kakak adalah ketika aku meminta saran dari kakak untuk memperbaiki unit kita yang tercinta, dan aku terkesan sekaligus terbeban dengan pesan dari kakak. Setelah setahun lebih mengenal kakak, first impression yang dulu pernah ada hanya merupakan first impression, karena kak Iffan yang kukenal adalah orang yang penuh wibawa (walaupun kalo lagi bercanda juga mantap bikin orang ngga fokus), penuh talenta, dan udah mengajariku banyak hal mengenai musik, menjadi seorang pemusik dan seorang manusia.

Sukses untuk rencana studi S2nya kak, sekali lagi terima kasih untuk semua bimbingannya!

3 Desember 2016

(Mantan) Orchestra Director “The Last Promise”

Like what you read? Give Febe Kartika a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.