merayakan perayaan

farah kartika
Sep 4, 2018 · 1 min read

lilin-lilin tumpah ke udara dan kue-kue bermekaran. api-api banjir membentuk lautan. ia bertepuk tangan.

lidahnya lalu meniupkan harapan; mengikuti api yang berlarian dari tanah mengejar bintang-bintang yang tidak terkejar. semoga kau berhenti berlari dan berjalan diam-diam, bisiknya berisik, dengan tangan di dada.

dipantaunya orang-orang pergi dan tidak lagi pulang. ia bergeming; menyalakan obor di tangannya di antara bumi yang marah. kue-kue di kakinya dan lilin-lilin meleleh menyatu dengan tanah. sendiri.

ada senyum di matanya dan kepalanya terbahak-bahak,

selamat.

(di matanya, rumah terbakar.)

040918 — di sebuah perayaan, sebuah hadiah.

farah kartika

Written by

Oseanografi ITB'18 | Penulis kaleng-kaleng dan pembaca penuh waktu. | We began as wanderers and we are wanderers still. - Carl Sagan

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade