Organic vs. Paid Promote, Apa Sih Bedanya?

Froyo Story
Jun 24 · 5 min read

Buat kalian yang aktif di media sosial, pasti pernah liat konten iklan yang tiba-tiba muncul seliweran di timeline nawarin berbagai produk atau akun orang-orang yang nggak pernah kalian follow tapi bisa muncul di timeline kalian. Hmm.. Kok bisa? Hal itu bisa terjadi karena si pemilik akun emang sengaja mengeluarkan uang untuk membayar jasa yang ditawarkan media sosial tertentu agar kalian dapat melihat konten-konten yang mereka posting lebih intens meskipun sebelumnya kalian nggak tau kalo akun atau produk itu ada. Tujuannya? Apalagi kalo bukan promosi. Nah, konten kayak gini yang biasa di sebut paid promote content. Lalu, bedanya apa sih sama konten-konten biasa yang diposting tanpa perlu ngeluarin uang sepeser pun?

Konten yang biasa kalian post tanpa mengeluarkan uang sedikit pun itu dinamakan konten organic. Biasanya konten organic dianggap lebih riil karena respon yang didapat pure from your follower and fanbase, nggak ada pihak lain yang kalian bayar untuk ngeliat, ngelikes, comment, atau share konten kalian. Jadi, kekuatan konten organic untuk menarik perhatian audiens mengandalkan pada image, video, atau copy. Nah, kalo kalian nggak pinter-pinter bikin ketiga elemen tersebut, pastinya bakal kesulitan mencapai target KPI yang udah ditetapkan.

Sedikit banyak pastinya kalian udah tau dong tentang kedua strategi konten digital marketing ini apalagi buat para content maker atau influencer. But wait, ternyata masih ada lagi perbedaan dari keduanya yang mungkin aja belum kalian tau, penasaran? Simak, yuk!


1. Objective define the role.

Pastinya kedua jenis strategi konten digital marketing ini punya role dan tugasnya masing-masing, semuanya tergantung dari objektif yang kalian tentukan sebelumnya.

Misalnya, kalo objektif kalian adalah untuk mengetahui loyalitas fanbase, coba deh gunakan konten organic karena konten ini lebih mudah diukur dan hasilnya pure datang dari fanbase atau follower kalian, konten organic juga digunakan untuk maintaining your online presence. Strategi konten organic juga sangat cocok jika kalian ingin membangun brand personality produk kalian, jadi bagaimana perspektif yang kalian ingin bangun di sosial media bisa kalian ditampilkan dengan baik. Oh iya, pastikan konten organic yang kalian posting menggunakan image, video, dan copy yang related dan menarik karena seperti yang udah dijelasin sebelumnya kalo inti kekuatan konten organic ada pada ketiga hal tersebut.

Beda lagi dengan konten paid promote, konten yang satu ini biasanya digunakan untuk nge-reach your potential followers atau untuk mempromosikan sesuatu dengan jangkauan yang lebih masif dan terfokus, misalnya saat campaign atau launch new product dimana kalian kepingin banyak orang yang tau tapi tetap sesuai target market, konten tipe ini akan dilihat oleh lebih banyak audiens di media sosial dengan parameter segmentasi target market demografi, dan wilayah yang terfokus dan bisa kalian tentukan sendiri tapi tentunya strategi yang satu ini nggak cuma-cuma lho, ada harga yang harus kalian bayar pada media sosial penyedia jasa tersebut. Jadi, nggak heran kalo berbagai media sosial berlomba-lomba untuk menawarkan jasa mengiklan di platform mereka.


2. The paid one for more effectiveness.

Kalian masih ingat nggak, saat timeline Facebook dan Instagram kalian masih disusun secara real-time alias bedasarkan waktu kalian nge-post konten? Nah, sekarang tiba-tiba semua berubah tergantung interest kalian pada akun-akun yang kalian follow atau konten-konten yang sering kalian lihat. Ya, itu terjadi bukan tanpa sebab, beberapa tahun terakhir platform media sosial besar seperti Facebook, Instagram dan Twitter merubah sedikit algoritmanya agar konten organic kurang efektif lagi dari segi reach & engagement. Untuk apa? Ya nggak lain untuk mendorong para brand supaya menggunakan jasa paid promote yang mereka sediakan untuk beriklan yang pada akhirnya menambah pundi-pundi keuntungan mereka dengan balasan konten yang kalian posting bakalan lebih efektif menghasilkan level reach & engagement yang tinggi.

Tapi konten paid promote sendiri juga punya tantangannya tersendiri dimana konten tersebut punya rules yang sedikit rumit dan harus diawasi penggunaannya. Misalnya di dalam image konten ini tulisan nggak boleh melebihi 20% dari keseluruhan image, dan ada juga yang namanya targeting yang biasanya ditentukan oleh digital agency. Jadi kalo kita menggunakannya sembarangan dan nggak diawasi dengan benar, konten paid promote kalian bisa jadi nggak efektif dan malah buang-buang uang aja.


3. Knowing when to use each.

Sebagai marketer, menentukan strategi konten digital marketing mana yang harus dipakai adalah problematika kami sehari-hari. Jadi, setelah kalian tahu apa perbedaan dari konten organic dan paid promote, tentul kalian juga harus tahu kapan harus memakai kedua strategi konten tersebut sesuai product lifecycle phase.

  • Establishment Phase

Pada fase ini biasanya kalian memiliki fan atau follower yang masih relatif sedikit dan untuk menambah jumlahnya kalian dianjurkan untuk menggunakan konten paid promote lebih sering to reach a wider audience, di fase ini kalian juga bisa kombinasikan dengan postingan konten organik yang hasilnya tentu tidak seefektif jika kalian menggunakan konten paid promote tapi tetap bermanfaat untuk membangun brand image secara perlahan seperti yang kalian inginkan.

  • Growth Phase

Jika kalian sudah memiliki jumlah fan dan dan follower yang cukup banyak, kalian akan memasuki growth phase dimana pada fase ini produk mulai dikenal luas. Gunakan konten organic yang bersifat interaktif seperti kuis atau Q&A agar lebih efektif. Konten paid promote juga masih kalian digunakan jika dirasa konten organik yang kalian posting belum mencapai hasil yang diinginkan.

  • Retaining Phase

Pada fase ini kalian udah mempunyai jumlah fan dan follower yang banyak dan loyal, maintain your brand image and position kalian di media sosial dengan konten-konten organic yang berkualitas secara konsisten. Gunakan konten paid untuk saat-saat tertentu misalnya saat ada event campaign, kerja sama dengan brand lain yang melibatkan influencer ataupun moment tapping seperti hari raya atau trend-trend tertentu lainnya.

Berbekal pengetahuan strategi konten digital di atas harusnya sih kalian udah tahu strategi mana yang tepat digunakan untuk promosi brand kalian saat ini, jangan sampai salah pilih ya! Mau klien big atau low budget tetep aja kalian harus bijak memilih dan penuh perhitungan, nggak mau kan udah capek-capek dan keluar duit banyak tapi target KPI nggak kesampean? So don’t let that happen to you guys!

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade