“ Waktu”
8/09/2018

Aku takut akan waktu yang terus bergulir yang diam-diam memakan kesempatan. Diam-diam aku bahagia namun diam-diam pula menghilang karena waktu yang terus memakan seolah tidak pernah kenyang atas setiap kenangan yang aku ciptakan.
Saat ini aku tahu yang kurasa tepat bagiku. Masalahnya, itu bukanlah ketepatan hanya sebuah terkaan harapan yang aku ciptakan. Kembali lagi pada sebuat persepsi, apa yang benar dan apa yang salah, menjadi sebuah definisi tabu. Setiap orang memiliki cara mereka masing-masing dalam memaknai makna. Begitu juga denganku namun terkadang terasa salah dan payah buatku malas untuk melangkah.
Beberapa hari ini aku selalu mempertanyakan masa depan, akan seperti apa aku nantinya, akan seperti apa hidupku kelak. Aku takut ketika aku coba memaknai hari tujuan dan harapan, lagi-lagi waktu memakan segala kesempatan yang terus berjalan. Pada akhirnya penyesalan yang datang.
Ingin aku berdamai pada waktu yang diam-diam terus menghantui. Mencoba bodo amat, tapi tak bisa. Tepatnya sulit….aku ingin berdamai aku ingin menikmati segala langkah yang aku pilih. Persetan dengan segala pandangan, aku harus bahagia.. tak bermaksud egois. Hanya hidup terlalu singkat dan berharga bila aku memainkan peran yang telah lingkunganku buat. Aku ingin memerankan peranku sendiri, yang sudah aku ciptakan. Aku bahagia.
