11.

aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat kamu unmood. kau hanya merengut seperti kudanil tua yang padang lumpurnya surut. sayaang.. bisakah kau mengatakan padaku harus bagaimana? karna aku sama skali tidak suka saat garis wajahmu mengkerut.

aku sangat suka saat kamu merengek seperti bayi. itu menggemaskan!! mungkin aku akan merindukan saat saat itu di Surabaya. disaat aku kembali pada rutinitasku menjadi seorang mahasiswa perokok yang terlalu sering merusuh penjaga wateg didepan kampus; dengan rambut diikat dan kacamataku yang lebih sering bertengger di atas kepala daripada didepan mataku.

"Pada satu titik, aku pernah membencimu. Karena ada ego dan emosi berkembang menjadi satu, membesar dan mengalahkan diri sendiri.
Namun bahkan itupun bukan berarti kau tak kucintai dan tak kupedulikan lagi."
-entah kau mau menerima ini atau tidak. sayang.. aku hanya menyatakannya dan jika kamu mempersilahkan, aku akan memperbaikinya. itupun seijinmu.

tertanda, 
seorang perempuan yang (mungkin) kamu kenal. atau mungkin juga tidak.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.