13.

Saat melihatmu menangis, mataku pun terasa perih.
aku tahu Tuhan sedang menguji kekuatan hatimu, aku tahu Tuhan sedang menunjukkan ujianNya melalui perlakuan tak menyenangkan bagimu.
aku tahu Tuhan Maha Penyayang, terlebih padamu, yang sengaja diujiNya sekarang.

Maka kumohon,
jangan menangis, Tuan.. jangan menangis sekarang.
saat mereka yang disana masih membutuhkan kekuatan jiwa ragamu seorang.

Maka aku mohon,
Jangan menangis lagi, Tuan..
tetapkah kuat!
untuk setiap masalah yang membuat hati dan matamu perih,menguatlah!

Kau harus tahu, aku menyukai kekuatan pribadimu.
Aku menyukai ketangguhan pola pikirmu.
Aku mencintai semua sifat kelaki-lakian yang ada padamu.

Maka, menguatlah engkau.
Jangan, kumohon jangan menangis..
Aku tahu kau kuat, 
sekuat aku yang selalu mendoakan kamu tetap dalam berkat-Nya.

Bukankah tak ada beban yang terlalu berat? ketiadaan adalah suatu proses dalam keadaan.

Aku ingin kau tersenyum,
percayalah.. 
Tak ada kehilangan yang mampu membunuh ragamu seperti saat datangnya kiamat.
aku percaya, kamu kuat!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.