7.

mungkin aku terlalu sering membuat tulisan dengan dibuka dan diakhiri kata 'aku perempuanmu'. seolah olah mengklaim bahwa aku adalah satu satu nya yang terbaik untukmu. meski nyatanya tidak. aku adalah perempuan terkeji yang pernah kamu temui, sayang..

menyakitimu dengan seutuhnya aku. 
menertawaimu dengan seluruh makian; mendoakanmu dengan semua kebencian; dan kembali padamu dengan meminta kasihan. 
atas nama segala alasan apapun, aku tetap tidak dibenarkan.

aku pernah membencimu. dengan atau tanpa imbuhan, benci yang kurasakan adalah benci yang benar benar benci. saat itu, aku berharap untuk kau tidak lagi bahagia. aku berharap dalam setiap tangismu adalah doaku yang dikabulkan Tuhan. kebencian membuatku lupa akan adanya karma. karna saat ini, yang kuterima adalah karma.

akibat meninggalkanmu, aku terjebak dengan hubungan yang menyusahkan secara lahir dan batin. tetapi Tuhan memberi jalan untukku kembali pulang padamu. ada rasa dimana aku tidak pantas untuk itu. tapi tetap saja kujalani. karna segala tentangmu adalah penyesalan. segala tentangmu adalah hal yang aku sesalkan. sesal akibat tidak pernah bersyukur.

untukku, aku berharap seberat apapun hubungan yang Ia rajut kembali ini, Tuhan tidak lagi membiarkanku melukai kamu seperti kemarin. karna hari ini, saat aku kembali, aku hanya ingin untuk menebus segala kesalahan yang aku ciptakan sendiri. 
dan untukmu, aku berharap untuk kau tetap bahagia. dengan atau tanpaku lagi di kemudian hari nanti, setidaknya kelak aku akan menyelesaikan tugasku dengan baik. tidak seperti kemarin..

dariku,

perempuan yang tidak menggunakan embel-embel apapun.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.