Ketujuh

‘Berdesakkan dalam Pikiran’

Aku merasa bahwa aku akan mulai gila. Banyak suara di kepalaku. Mereka saling meneriaki.

Disatu sisi, ada yg berteriak demgan nada tinggi

“apa untungnya masih mengingat dia?! Bajingan bangsat macam dia mana perduli dengan yang namanya cinta?! kau hanya wanita goblok! Yang terlalu larut dalam ucapan manis si buaya!”

Dan di sisi lain, suara itu mulai merengek; menangis sesunggukkan. Katanya,

“kapan ia pulang? Kapan ia kembali? Aku rinduu!! Aku ingin ia mengusap kepalaku lagi!!”

Bagaimana aku menghadapi hal macam ini, Tuan? Aku bisa benar benar gila!!

Daan…. Entahlah.

Sepertinya aku memang sudah gila. Saat ini, giliran lintingan di tanganku yang berteriak,

“jangan banyak berpikir, gadis tolol! Hisap aku! Cepat habiskan! Tinggalkan dunia busukmu ini! Denganku, kau hanya akan tenang.

Tenaaang…..

Dan kemudian, hilang…

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Jellya’s story.