Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah; bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan) Nya, dan wahdaniyah (keesaan) Nya, dan bukan pula sekedar mengenal Asma‟ dan Sifat-Nya.

Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah; bahkan mengakui keesaan dan kemaha-kuasaan Allah dengan meminta kepada Allah melalui Asma’ dan Sifat-Nya. Kaum jahiliyah kuno yang dihadapi Rasulullah juga meyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. (Lihat Al Qur’an: 38: 82, 31: 25, 23: 84–89). Namun, kepercayaan dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat muslim, yang beriman kepada Allah.

Dari sini timbullah pertanyaan: “Apakah hakikat tauhid itu?”

Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah. Maksudnya yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan menyeluruh dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan- Nya, dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepada-Nya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.