Lucio Costa Sang Perancang Kota Brasilia

Fuzianti
Fuzianti
Sep 3, 2018 · 3 min read

Fuzianti/15417108

Sumber: Epoca.globo, 2018

Lucio Marcai Ferreira Ribeiro Lima Costa, yang memiliki nama panggilan Lucio Costa, terlahir dari pasangan seorang insinyur kelautan bernama Joaquim Ribeiro da Costa dan Alina Ferreira da Costa pada tanggal 27 Februari 1902 di Toulon, Perancis. Beliau merupakan seorang arsitek sekaligus peencana kota untuk Brasil.

Lucio Costa menempuh pendidikan di Royal Grammar School di Newcastle. Lalu melanjutkan pendidian di Colleg National, Switzerland. Kemudian beliau menempuh pendidikan terakhir di National School of Fine Arts di Rio de Jenairo sebagai arsitek.

Pada tahun 1930, beliau menjalin kerja sama dengan Gregori Warchavchik, seorang arsitek Brasil kelahiran Rusia sekaligus sebagai direktur National School of Fine Arts. Setelah bekerja selama satu tahun, beliau resign dan bergabung dengan SPHAN (Servico do Patrimônio Histórico e Artístico Nacional — National Service of Historic and Artistik Heritage) pada tahun 1937 di bawah pimpinan Rodrigo Melo Franco de Andrade sampai pensiun dan digantikan oleh cucunya yang bernama Maria Elisa Costa.

Sejak 1956, Lucio Costa telah merencanakan dan mengembangkan Brasilia dengan seorang arsitek bernama Oscar Niemeyer dan seorang perancang lansekap kota bernama Roberto Burle Marx. Costa merancang kota berbentuk burung dengan sayap terlentang seperti pesawat terbang. Di sekeliling kota tersebut terdapat danau buatan dan Paranoa (untuk memasok air ke dalam kota). Lalu kota Brasil berhasil menjadi kota yang sangat menakjubkan dan diresmikan menjadi ibu kota menggantikan Kota Rio de Jenairo pada 22 April 1960. Bahkan kota yang direncanakan Lucio Costa ini masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage. Kota ini disebut juga sebagai “Jantungnya Brasil” yang bermaksud meskipun secara geografis tidak terletak di tengah negeri tetapi terletak pada jarak yang hampir sama dari semua kota utama di negara itu. Semasa hidupnya Lucio Costa selalu memperhatikan pembangunan yang dilakukan di Kota Brasilia, bahkan pada usia 90-an ia masih mengawasi proyek-proyek pembangunan yang baru untuk memastikan proyek pembangunan yang baru tidak mengacaukan tata letak yang telah dirancangnya, salah satunya yaitu saat dilakukan pembangunan kereta api perkotaan di Brasilia, ia berusaha memberi solusi agar jalur kereta api dibuat di bawah tanah.

Lucio Costa meninggal pada bulan Juni 1998, kala itu ia menginjak usia 96 tahun. Untuk mengenang dan menghargai jasanya, sebuah kata yang berasal dari bahasa Angola (semula digunakan oleh orang-orang Afrika untuk menyebut orang-orang Portugis) akhirnya menjadi sebutan kesayangan untuk para pekerja pembangunan Brasilia. Atas kerja kerasnya, meskipun Lucio Costa telah tiada namun karya-karya beliau tetap dikenang.

“Costa menjadi figur yang berasosiasi dengan pemodelan ulang Brazilian Forms dan teknik kontruksi dengan modernisasi internaional, seperti karya Le Corbusier. Karya-karya yang dihasilkan Costa yaitu Brazilian Pavilion di New York Wold’sFair 1939 (bersama Oscar Niemeyer), The Parque Guinie residential complex di Rio 1948, dan the Hotel do Park Sao Clemente di Nova Fliburgo 1948. Beberapa karyanya yang terkenal adalah gedung Kementrian Pendidikan dan Kesehatan di Rio (1936–1943), berkolaborasi dengan Oscar Niemeyer, Roberto Burle Marx. Dan yang terakhir The Pilot Plan of Brasilia, didesain pada 1957 dan dibangun pada tahun 1958–1960. Costa mempelajari geometri dan gambar di Liccu the Artes e Oficios di Rio pada tahun 1938–1954. Liccu telah bergabung dengan Associação Académica de Coimbra dimana Costa juga belajar di situ sampai tahun 1966, dan menerima Medal of Merit dari pemerintahan Portugis”. (Cahyaningtyas, 2018)

Sumber:

Cahyaningtyas, Andita. 2018. “BIOGRAFI TOKOH TUGAS INDIVIDU OSPEK JURUSAN ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN ‘SKALA 52.’” https://www.academia.edu/4907713/BIOGRAFI_TOKOH_TUGAS_INDIVIDU_OSPEK_JURUSAN_ARSITEKTUR_DAN_PERENCANAAN_SKALA_52_.

Yoga. 2017. “Brasilia, Kota Taat Rencana.” Bunga Berbagi Cerita. https://bungamanggiasih.com/brasilia-kota-taat-rencana/.

    Fuzianti

    Written by

    Fuzianti

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade