Salam untuk 2018 dari KaMi

Resolusi adalah bentuk kepedulian kita terhadap masa depan. Masa depan itu datang, menjadi masa kini, dan berlalu menjadi masa lampau. Adalah keniscayaan bahwa ia akan datang menghampiri semua makhluk di dunia. Tanpa adanya perencanaan, semua akan berlalu tak berbekas. Kita akan lupa seiring waktu mulai mengikisnya. 
Lantas, apa yang abadi? Tiada yang abadi selain buah pemikiran, sebuah Karya. 
Karya akan dinikmati oleh para pengagumnya. Ada banyak cara untuk mencipta, berbagi rasa, dan menuliskan karsa. Semua adalah anugrah Tuhan Yang Maha Esa untuk umat manusia. Dalam upaya mencapai keabadian, manusia berusaha untuk terus dikenang. Ia terlahir untuk sesuatu, Born for something. Pasti ada tujuan dari Pencipta kenapa semua ini dimulai dan pada akhirnya akan selesai. Untukmu yang berpikir, pastilah kamu mengerti. 
Menjadi Indonesia adalah sebuah anugrah sekaligus tanggungjawab. Negri ini lahir dari karya besar para pendirinya. Jutaan darah memupuk tanah ini dengan peluh yang menyiramnya hingga menjadi sebuah negara yang merdeka. Tanggungjawab mereka, pendahulu kita, telah tuntas ditandai dengan Indonesia Raya berkumandang dengan gagahnya. 
Sekarang tongkat estafet ada pada kita. 
Sekarang juga terserah kita, berdiam diri atau terus berlari? 
Amanah tak akan jatuh pada pundak yang salah. Akan selalu ada hikmah atas segala sesuatu peristiwa. Biarkan Ia memilihkan jalan untuk kita. Tugas kita adalah berusaha maksimal semampu kita, sekuat yang kita bisa, sampai kita menyerah dan menangis kepadaNya bahwa tiada daya dan upaya selain pertolongan dari Yang Maha Kuasa.
Menjadi mahasiswa adalah sebuah metamorfosa kehidupan. Manusia bertumbuh sesuai dengan lingkungannya. Ia akan berkembang menjadi kupu-kupu nan indah. Menebar keindahan untuk dinikmati oleh orang lain. Posisi ini merupakan sebuah kemegahan yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Maka, dengan sedirinya ia menjadi istimewa. Namun sayangnya kadangkala kita lupa, menjadi istimewa tak selalu baik bilamana ia tak mengistimewakan orang lain juga. Tak baik mengambil semua bagian secara paripurna, ada hak orang lain yang selalu dititipkan.

Jika kamu ingin melangkah cepat, berjalanlah sendiri. Namun jika tujuanmu jauh, carilah teman untuk menemani langkahmu

2018 adalah momentum pembuktian

Hal yang paling kita syukuri saat ini ialah masih adanya kesempatan. Ada banyak orang yang diberi kesempatan tapi ia lalai hingga akhirnya menyesal dikemudian hari. Kesempatan itu datang pada kita sekarang.
lantas apakah kita akan mengabaikannya begitu saja? 
Pintu yang sama belum tentu terbuka untuk kedua kalinya, jika itu memang telah terbuka maka masuklah dari pastikan dapatkan yang kamu mau. Tahun 2018 akan menjadi saksi bahwa kita akan memulainya bersama-sama. Kita akan penuhi janji menjadi seorang mahasiswa dan Indonesia. Melengkapi warna yang sudah dilukis oleh pendahulu kita. Menjadikan Indonesia berdikari, berdiri di kaki sendiri. Sekarang adalah waktunya kemandirian itu hadir dan kembali dimulai dari pemuda-pemudanya. Kemandirian yang diwujudkan daripada teknologi karya anak bangsa. Marilah memulainya, kawan. 
Dengan menyebut Nama Tuhan yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Bismillah.

Sambutlah salam dari KaMi, 2018.

#Mdays2018

Like what you read? Give Ghiffari Alfarisy a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.